oleh

Jemur Gabah di Bahu Jalan Disoal

INDRAMAYU- Pengendara di Jalan Raya Jatibarang-Karangampel mengeluhkan aksi petani yang nekat menjemur gabah di bahu jalan raya.

Pasalnya, jemuran gabah milik petani yang berada di bahu jalan mengakibatkan jalan menyempit dan membahayakan penjemur gabah dan pengguna jalan.

Salah seorang pengguna jalan, Tarya (38) mengatakan, pengendara roda dua sangat mengeluhkan kondisi bahu jalan yang selalu dijadikan tempat untuk menjemur gabah petani. Menurutnya, menjemur gabah di jalan membahayakan pengguna jalan terutama pemotor karena gabah yang dijemur memakan bahu jalan selebar satu meter.

“Petani yang jemur gabah tidak banyak yang pasang tanda, pemotor jadi kagok bisa-bisa ban slip tergelincir,” ujarnya.

Menurut Tarya, petani harus lebih mengutamakan keselamatan pengguna jalan, dibandingkan mengutamakan gabah cepat kering. Apalagi, jalan bukan merupakan tempat menjemur gabah, yang bisa membahayakan bagi petani dan pengendara bermotor.

“Ya mobil mungkin bisa aman, tapi pemotor bisa tergelincir jatuh. Ya paling tidak, dikasih tanda dan tidak terlalu lebar makan bahu jalan,’ ujarnya.

Pengedara lainnya, Fukron (47) menyayangkan kebiasaan petani setiap kali musim panen raya. Menurutnya, jalan utama selalu menjadi tempat menjemur gabah. Sebagai pengguna jalan, pihaknya berharap, ada penertiban dari pihak berwenang agar saat menjemur gabah tidak memakan bahu jalan raya.

“Paling tidak ada batas aman antara pengguna jalan dan petani saat menjemur gabah. Kita aman mereka juga aman, tidak ada yang merasa diresahkan, dan harus diberi tanda,” ujarnya. (oni)

News Feed