oleh

Santri Petuah Bersihkan TPS Blok Karanganyar

INDRAMAYU – Dua pekan, sampah tidak kunjung diangkut UPT Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Jatibarang ke tempat pembuangan akhir. Para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Petuah Jatibarang, membersihkan TPS Blok Karanganyar di Desa/Kecamatan Jatibarang, kemarin.

Lokasi TPS yang tepat berada pada akses jalan masuk Ponpes Petuah Jatibarang, membuat tumpukan sampah berserakan. Sampah tersebut tidak masuk dalam bak kontainer yang telah tersedia. Akibatnya, menggugah rasa keprihatinan dari pengurus dan para santri Ponpes Petuah. Mereka secara sukarela membersihkan sampah yang menumpuk, lalu dimasukkan ke bak kontainer.

Pengasuh Ponpes Petuah Jatibarang, KH Masruhin Sarwany menyebut, sampah yang berserakan di TPS Karanganyar, lebih dari dua pekan tidak diangkut menuju tempat pembuang akhir. Meski ada bak kontainer, namun pengangkutan sampah tidak dilakukan secara rutin.”Diangkut tapi tidak tentu waktunya. Ini saja lebih dari dua pekan tidak diangkut, malah banyak sampah dari desa lain di buang di TPS Karanganyar, yang notebenya masuk dalam Desa Jatibarang. Jika hanya menunggu petugas kebersihan, tidak tahu sampai kapan akan dibereskan. Apalagi sampah berserakan di mana-mana,” terangnya.

Ponpes Petuah menggerakkan para santrinya untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan di mana-mana. Masruhin menyayangkan kinerja UPT DLH Jatibarang yang tidak konsisten dalam menjalankan tugas mengangkut sampah secara rutin. Apalagi di TPS tersebut sudah terdapat bak kontainer yang bisa diangkat kapan saja.

“Ya maksimal jika sepekan sekali diangkut. Diangkutnya jangan sampai lewat sepekan. Minimalnya bersihkan sampah yang berserakan, masukan ke konteiner,” ujarnya.

Warga Jatibarang, Sokim mengatakan, pihaknya mendorong UPT DLH untuk lebih memperhatikan TPS-TPS yang letaknya berdekatan dengan pusat pendidikan. Seperti di TPS Karanganyar Jatibarang yang lokasinya dekat di depan Pondok Pesantren Petuah dan pendidikan anak-anak.

“Lebih diperhatikan dan jangan sampai TPS malah menjadi tempat membuang sampah dari daerah lain. Jika kontainer penuh, bisa segera diangkut secara rutin,” ujarnya. (oni)

News Feed