oleh

Warga Kertasmaya Protes Pasang Spanduk, Desak Perbaiki Tanggul Ambles

INDRAMAYU- Merasa keselamatannya tidak diperhatikan, warga Blok Rengaspayung Desa/Kecamatan Kertasemaya memasang spanduk bernada protes di tanggul Sungai Cimanuk, kemarin.

Dalam spanduk yang dipasang Persatuan Warga Rengaspayung itu, berisi permintaan kepada pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, PUPD dan BBWS untuk segera melakukan perbaikan tanggul Sungai Cimanuk yang kembali ambles.

Salah seorang tokoh Rengaspayung, Aden Nur Ibrahim menyebutkan, pemasangan spanduk di tanggul Cimanuk sebagai ungkapan dan aspirasi warga di bloknya karena penanganan perbaikan tanggul Cimanuk yang ambles belum maksimal.

“Sejak perbaikan pertama tidak maksimal. Dan sampai saat ini kerusakan semakin parah tetapi tidak ada upaya lagi untuk melakukan perbaikan,” keluh Aden.

Aden berharap, pemerintah tidak melupakan warga Rengaspayung kendati saat ini tengah serius menangani wabah virus corona. “Tolong jangan lupakan kami, warga yang terdampak longsoran tanggul ambles. Longsoran tanggul saat ini sudah merusak SPAL, dan sebagian pondasi rumah warga,” ujarnya.

Diakui Aden, kondisi tanah tanggul yang terus ambles ditambah luapan air Cimanuk saat hujan, membuat warga, terutama yang dekat sungai sangat khwatir dan waswas.

“Warga selalu takut. Dari pagi sampai ketemu pagi lagi berjaga secara bergiliran. Kami khawatir tiba-tiba tanah tidak kuat menahan arus air, dan tanggul jebol sehingga bisa menggenangi permukiman warga,” tukasnya.

Hal senada dikatakan tokoh pemuda Rengaspayung, Rosid. Menurutnya, warga semakin waswas setelah dua minggu lalu, tanggul kembali ambles. “Tanggul Cimanuk kembali longsong dua pekan lalu. Kondisi itu membuat warga semakin waswas karena bisa berdampak ke bangunan rumah. SPAL yang sudah dibangun ambles lagi sehingga limpasan air tergenang dibekas saluran itu,” ujarnya.

Melihat kondisi itu, Rosid berharap, pemerintah  dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWSCC) segera melakukan perbaikan untuk menghindari dampak yang lebih parah.

Sebelumnya, Sekretaris Desa Kertasemaya Widy Sentosa mengatakan, pergerakan tanah tanggul Sungai Cimanuk masih belum terhenti sejak pertengahan tahun 2019 lalu. Meskipun sudah dilakukan perbaikan hingga dua kali, kata Widy, saat ini kondisi tanggul kembali ambles dan semakin parah. Bahkan, tanah ambles menimbulkan cekungan di saluran pembuangan air limbah sehingga seperti membentuk anak sungai.  “Seperti ada dua sungai, letaknya juga pas sekali di samping rumah warga. Jika dibiarkan bisa-bisa mengikis bagian pondasi bangunan rumah sehingga bisa ambruk,” ujarnya.

Diakuinya, warga merasa khawatir dan waswas karena longsoran tanah dari tanggul semakin luas dan mulai menggerus pondasi rumah warga. “Ada delapan rumah yang sekarang sudah terdampak. Jika diperbaiki tidak mungkin karena terdampak langsung. Jalan satu-satunya saat ini segera direlokasi,” tandasnya.

Widy berharap, pemda dan instansi terkait harus memikirkan juga kondisi rumah warganya. “Apalagi inikan wilayah sungai, harusnya jadi tanggung jawab balai besar wilayah sungai, harusnya cepat tanggap,” tuturnya. (oni)

News Feed