oleh

Gas Tabung Melon Mahal, Warga Beralih ke Kayu Bakar

INDRAMAYU – Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram, hingga kini masih terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu, Rabu (8/4). Akibatnya, harga di tingkat pengecer bahkan mencapai Rp25.000.

Hal ini sangat berdampak bagi masyarakat, khususnya dari kalangan masyarakat prasejahtera. Salah satunya adalah Sutiah (58), warga Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu yang sehari-hari bekerja sebagai kuli serabutan. Karena tak mampu membeli dengan harga tersebut, dirinya terpaksa beralih untuk kembali menggunakan kayu bakar.

“Saya tidak mampu beli gas dengan harga segitu (Rp25.000, red). Jadinya terpaksa harus menggunakan kayu bakar lagi,” jelasnya kepada radarindramayu.id.

Untuk mendapatkan kayu bakar, ia bahkan harus mencari ranting-ranting pohon yang mengering agar tetap bisa memasak. Semuanya dikumpulkan, dari sejumlah pekarangan milik warga setempat.

“Tentu saya harus izin dulu kepada pemiliknya. Kalau diperbolehkan, baru saya kumpulkan kayu-kayu itu. Kalau tidak diperbolehkan, ya terpaksa saya harus mencari ke tempat yang lain,” tandasnya.

Ia pun berharap, Pertamina dapat turun langsung untuk mengontrol harga eceran gas elpiji ukuran 3 kilogram. Sehingga masyarakat seperti dirinya, akan mampu menjangkau harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Apa lagi saya hanya janda yang masih memiliki tanggungan anak serta cucu yang dititipkan ke saya. Sudah semuanya mahal, ditambah gas juga ikut-ikutan mahal,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kelangkaan elpiji gas 3 kilogram di Kabupaten Indramayu terjadi lebih dari 3 pekan terakhir. Imbauan pemerintah untuk berkegiatan di rumah dalam upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19, diduga menjadi penyebab kelangkaan elpiji tabung melon.

Kondisi ini akhirnya dimanfaatkan oleh sejumlah agen nakal, untuk mengeruk keuntungan. Mereka kini menaikkan harga secara sepihak, menjadi Rp16.000 dari harga sebelumnya sebesar Rp14.100.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian Barat, telah menambah pasokan elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Cirebon dan Indramayu secara bertahap selama 4 hari, yakni Jumat (3/4) hingga Senin (6/4). Penambahan alokasi pasokan ini bersifat situasional, menyusul imbauan pemerintah untuk berkegiatan di rumah.

Dengan penambahan alokasi pasokan ini, Kabupaten Indramayu akan mendapat penambahan lebih dari 70% atau menjadi sekitar 187 ribu tabung. Masyarakat bisa membeli di pangkalan resmi Pertamina, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) berdasar SK Bupati Indramayu sebesar Rp16.000 per tabung. (Jml/Cup)

News Feed