oleh

Kompi Minta Ceceran Crude Oil Segera Dituntaskan

INDRAMAYU – Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) terus mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menyelesaikan temuan ceceran minyak mentah di pesisir pantai Utara (Pantura) Kabupaten Indramayu. Penyelesaian yang berlarut, dianggap hanya akan menimbulkan permasalaham sosial yang baru.

Ketua Kompi Indramayu, H Juhadi Muhammad SH menjelaskan, pihaknya kini terus berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait, untuk menyelesaikan permasalahan ini. Hal ini penting dilakukan, untuk meminimalisir kemungkinan dampak sosial yang muncul akibat ceceran minyal mentah.

“Terakhir kami telah berkomunikasi dengan pihak terkait, Jumat (3/4), membahas temuan ceceran minyak mentah melalui teleconference. Dan kami masih harus menunggu hasil finger print test sampel yang tengah diperiksa di laboratorium,” terangnya kepada radarindramayu.id, Senin (6/4).

Ia mengaku belum mengetahui secara persis, hasil finger print test bisa dipublikasikan. Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, pihaknya bersama PT Pertamina (Persero) terus berupaya melakukan pembersihan pantai di wilayah Kecamatan Pasekan dan Kecamatan Cantigi yang tercemar.

“Masyarakat pesisir Indramayu masih harus bersabar menunggu hasil pemeriksaan di laboratorium. Setelah hasil finger print test keluar, baru lah diketahui pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, ceceran minyak mentah pertama kali ditemukan nelayan di Pantai Tiris Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu, Minggu (22/3). Ceceran minyak mentah bahkan ditemui hingga ke pesisir pantai Kecamatan Cantigi.

Warga menduga, ceceran minyak mentah berasal dari aktivitas operasional Pertamina di laut lepas. Namun kepastian pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pencemaran lingkungan ini, baru akan diketahui setelah sampel ceceran minyak mentah selesai diperiksa di laboratorium.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) segera merespon temuan ceceran minyak mentah di pesisir Pantura Kabupaten Indramayu, dengan mengerahkan seluruh unit operasi di Indramayu untuk melakukan pemeriksaan di lapangan. Selain melakukan pembersihan bersama masyarakat, sampel ceceran minyak bahkan telah diambil untuk diuji coba di laboratorium.

Dalm setiap kegiatan operasionalnya, PT Pertamina (Persero) mengklaim senantiasa patuh pada aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) dan lindung lingkungan. Sehingga dampak yang terjadi di lingkungan wilayah operasi, akan selalu menjadi perhatian dan tanggung jawab Pertamina. (Jml/Cup)

News Feed