oleh

Petani Tadah Hujan Mulai Panen Padi

INDRAMAYU-Petani di wilayah Kecamatan Gantar kini bisa bernafas lega. Sebab, mereka dapat menggelar panen raya padi ditengah ancaman terpuruknya perekonomian masyarakat gegara merebaknya wabah virus corona atau Covid-19. Merekapun semringah, karena hasil panen yang diperoleh cukup memuaskan.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Gantar Hadi Joko Pramono SE mengatakan, sejak kebijakan work from home (WFH) diserukan pemerintah, aktivitas pertanian tetap berjalan lancar untuk memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.

“Di saat pemerintah, tim medis kesehatan serta seluruh masyarakat sedang berikhtiar untuk mengatasi wabah virus corona, para petani di Kecamatan Gantar juga berjuang demi menjaga ketahanan pangan kita semua,” kata Joko kepada Radar Indramayu, Rabu (1/4).

Dari hasil pemantauan petugas lapangan, kegiatan panen padi baru dimulai dibeberapa blok yang tersebar di tiga desa yaitu Sanca, Baleraja dan Mekarwaru. Di tiga desa itu, hasil panen rata-rata mencapai 7,5 ton per hektare. Varietas yang dipanen yaitu cintanur dan inpari 32. “Lima desa lainnya kemungkinan menyusul. Prediksinya panen padi akan berlangsung akhir bulan ini sampai lebaran nanti,” ujarnya sambil mengatakan harga gabah di kisaran Rp5500/kg.

Menurut Joko, keberhasilan ini berkat kepatuhan para petani dalam menyiasati musim tanam rendeng. Sadar tanah sawah tadah hujan, mereka sudah memulai melaksanakan percepatan masa tanam pada akhir tahun 2019 lalu di awal-awal datangnya musim penghujan.

Petani juga menerapkan sejumlah teknologi padi yang diperkenalkan oleh instansi terkait. Teknologi tersebut meliputi penggunaan varietas unggul baru, penerapan metode tanam jajar legowo, aplikasi pupuk berimbang, serta sistem pengairan mengandalkan sumur pantek dan sumur dangkal maupun dalam bantuan dari pemerintah. (kho)

News Feed