oleh

PDAM Anjatan Minta Maaf pada Pelanggan, Distribusi Air Bersih Terganggu

INDRAMAYU-Produksi air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Darma Ayu Cabang Anjatan, saat ini mengalami penurunan. Hal itu disebabkan, air baku yang ada saat ini tidak bisa diproduksi secara optimal, karena tingkat kekeruhannya sangat tinggi.

Direktur Utama PDAM TDA Indramayu H Tatang Sutardi SSos MSi, melalui Kepala PDAM Cabang Anjatan Hendra Rossi, Selasa (31/3), menjelaskan, saat ini air baku hanya bisa diproduksi 60 liter per detik, dari biasanya 110 liter per detik. Dengan menurunnya produksi tersebut berdampak terhadap suplai air bersih ke pelanggan enam desa di dua kecamatan.

Enam desa tersebut, diantaranya Desa Patrol Lor, Bugel, Sukahaji Kecamatan Patrol, dan Desa Sukra, Ujung Gebang, Tegaltaman, serta Desa Bogor Kecamatan Sukra. “Turunnya produksi air bersih, karena tingkat kekeruhan air baku sangat tinggi sekali, hingga mencapai 18.000 NTU (Nephelometric Tubidity Unit). Sementara penggunaan PAC (Poly Alumunium Chloride) untuk penjernihan air hanya 385 ppm. Itu paling tinggi dan hanya mampu menjernihkan air maksimal 13.000 NTU,” beber Hendra.

Menurut Hendra, kekeruhan air baku hingga di kisaran 18.000 NTU, baru pertama kali terjadi semenjak PDAM memproduksi air baku menjadi air bersih. “Di samping tingkat kekeruhan yang sangat tinggi, Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Anjatan yang ada di Bugis, jaraknya dekat dengan pintu induk pembagi air baku Bugis Salamdarma. Kalau jaraknya jauh, air baku yang didistribusikan melalui saluran sekunder Eretan tersebut akan berkurang. Karena, semakin jauh air baku mengalir, lumpur yang menyatu atau bercampur dengan air akan mengendap dan jatuh dalam perjalanan arus,” terangnya.

Menurut Hendra, agar bisa mengurangi lumpur pada air baku, perlu adanya sarana penampung air. Pihaknya akan menyampaikan usulan tersebut ke pimpinan.

Hendra menambahkan, kendati kendala yang dihadapi disebabkan oleh faktor alam, Hendra menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terhambatnya suplai air bersih ke sambungan langsung di enam desa di dua kecamatan tersebut. Dari penjelasan tersebut juga, kata Hendra, sekaligus menanggapi komplain pelanggan air bersih yang disampaikan melalui media sosial. (kom)

News Feed