oleh

Atlet Sepak Takraw Batasi Jam Latihan

INDRAMAYU-Dampak penyebaran virus corona (Covid-19) ikut dirasakan para atlet sepak takraw Kabupaten Indramayu, terutama atlet yang disiapkan untuk pekan olahraga nasional (PON) XX di Papua.

Tiga atlet andalan Kabupaten Indramayu yang sebelumnya mengikuti latihan di Bandung, sejak dua minggu lalu pulang ke Indramayu. Hal itu, membuat pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Indramayu mengadakan sesi latihan di daerah sendiri dengan pembatasan jam latihan.

Plt Ketua PSTI Indramayu Ade Badruzzaman mengatakan dirumahkannya para atlet sepak takraw untuk persiapan PON XX Papua adalah keputusan dari KONI Provinsi Jawa Barat. Langkah itu, lanjut Ade, sebagai antisipasi wabah virus corona yang dikhawatirkan meluas, sehingga para atlet untuk sementara dipulangkan dan menjalankan sesi latihan di daerah. “Sejak tanggal 16 sampai 30 Maret, namun sampai saat ini kondisinya belum kondusif dan aman bagi para atlet,” ujarnya. Untuk itu, dirinya bersama para atlet tetap menjalani latihan namun hanya sebatas latihan ringan saja. “Jika secara total tidak latihan ya harus mulai dari awal lagi, jadi sayang. Yang terpenting saling menjaga, dan terapkan social distancing,” ujarnya.

Dengan jam latihan yang terbatas, sambung Ade, PSTI Kabupaten Indramayu berupaya semaksimal mungkin dalam membina para atlet untuk selalu siap dalam berbagai situasi, termasuk dalam menghadapi event pekan olahraga nasional (PON) XX Papua.

“Kita juga gak tahu sampai kapan situasi dampak corona bisa mereda, tapi untuk berbagai kemungkinan kita sudah siap, latihan terbatas ini sebagai langkah mempersiapkan para atlet, aktif bergerak, kita utamakan kesehatan mereka,” ujarnya.

Selain itu, Ade mengimbau kepada para atlet terutama yang akan berlaga pada event PON XX Papua untuk menjaga kesehatan, mengikuti imbauan pemerintah untuk membatasi kegiatan di luar rumah.

“Paling memberikan motivasi pada atlet saat ini untuk jaga stamina, jangan terlalu banyak berkumpul-kumpul, manfaatkan waktu latihan yang terbatas sebaik mungkin,” ujarnya. (oni)

 

News Feed