oleh

Ceceran Minyak Mentah Meluas, Kompi Tak Ingin Gejolak 2008 Terulang

INDRAMAYU – Ceceran minyak mentah di pesisir pantai utara (Pantura) Kabupaten Indramayu, makin meluas. Setelah temuan ceceran minyak mentah di Pantai Tiris Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan, ceceran minyak mentah juga ditemui hingga pesisir pantai Kecamatan Cantigi.

Hal ini disampaikan Ketua Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi), KH Juhadi Muhammad SH, kepada radarindramayu.id, Jumat (27/3). Menurutnya, sejumlah nelayan di Kecamatan Cantigi juga telah melaporkan temuan ceceran minyak mentah di pesisir pantai wilayahnya.

“Kabar terbaru, ceceran minyak mentah juga ditemui di pesisir pantai Cantigi. Dan ini merupakan hal serius yang harus segera disikapi,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, ia meminta kepada pihak terkait untuk cepat tanggap mengatasi peristiwa ini. Sehingga dampak buruk dari pencemaran lingkungan, tidak mematikan sumber penghidupan bagi masyarakat di pesisir pantura Indramayu.

“Saat ini, kami juga sedang memeriksa kondisi di pesisir pantai Kecamatan Losarang dan hingga kini belum ada kabar terbaru dari rekan-rekan di lapangan. Ini harus segera ditangani agar tidak menjadi bom waktu, seperti gejolak yang terjadi pada tahun 2008 silam. Dan saya tidak ingin kejadian itu terulang,” tegasnya.

Untuk diketahui, ceceran minyak mentah pertama kali ditemukan nelayan di Pantai Tiris Desa Pabean Ilir Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu, Minggu (22/3). Warga menduga, ceceran minyak mentah berasal dari aktivitas operasional Pertamina di laut lepas.

Namun, hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa ini. Kompi pun berencana mengerahkan aksi massa, mendesak pihak terkait segera menyelesaikan temuan ceceran minyak mentah di pesisir pantura Indramayu. (jml/mgg/cup)

News Feed