oleh

RS Pantura Bentuk Tim Covid-19, Sudah Siapkan 16 Ruangan Isolasi

INDRAMAYU-RSUD Pantura MA Sentot mengambil inisiatif menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk pelayanan pasien terjangkit virus corona (Covid-19).

Inisiatif dilakukan jika sewaktu-waktu RS milik Pemkab Indramayu yang terletak di Jalan Raya Pantura Patrol KM 46 itu ditunjuk menjadi Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) sebagai langkah antisipasi.

“Jika ada instruksi dari pemerintah, mau tidak mau, kita harus siap apabila ditunjuk sebagai RS rujukan untuk pelayanan pasien terinfeksi saluran pernafasan karena virus corona,” kata Direktur UPT RSUD Pantura MA Sentot Patrol, dr Kurniawan, kemarin (26/3).

Sampai dengan saat ini, RS Pantura memang belum dijadikan sebagai RS rujukan oleh Kementerian Kesehatan RI. Akan tetapi secara prinsip semua rumah sakit, apalagi milik pemerintah daerah diminta untuk siap dengan penanganan kasus Covid-19. Meski demikian, Kurniawan berharap, kasus pasien terpapar virus corona di Kabupaten Indramayu tidak bertambah.

Kurniawan menjelaskan, persiapan yang dilakukan diantaranya sumber daya manusia (SDM) termasuk kemampuan rumah sakit dalam menerapkan protokol penanganan menjadi paling utama untuk disiapkan.

Pihaknya telah membentuk Tim Covid-19 RSUD Pantura MA Sentot Patrol yang diketuai oleh dr Rosy Damayanti MARS dan Sekretaris H Agus Rohani SKM. “Tim ini sudah mulai bekerja. Kemarin menangani pasien ODP yang setelah didiagnosa hasilnya negatif,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Kurniawan, tersedianya tempat untuk dijadikan ruang isolasi pasien. RS Pantura sendiri kini memiliki gedung baru tiga lantai yang belum dioperasionalkan. Lokasinya berada di sebelah timur dari pintu masuk utama. Tersedia 16 ruangan isolasi yang dipersiapkan secara khusus bagi perawatan pasien terjangkit corona. Selain itu, lanjutnya, disiapkan juga ambulans khusus infeksi yang akan mengangkut pasien sampai ke ruang isolasi.

“Sudah disiapkan 16 ruang isolasi di lantai satu yang refresentatif. Satu ruang satu tempat tidur, kamar mandi sendiri dan oksigen central. Ventilasi udara sangat baik, sinar matahari bisa langsung masuk keruangan. Sangat layak dijadikan ruang isolasi,” terangnya.

Disebutkannya lagi, ruang isolasi tersebut juga terpisah dengan ruang-ruang pasien lain. Tidak di tempat publik yang ramai dan memiliki standard operating procedure (SOP) tersendiri. Bahkan nantinya ruangan itu akan diawasi secara ketat dan seluruh orang yang akan masuk ke ruang isolasi wajib memakai pakaian khusus.

Oleh sebab itu, pasien yang dirawat ataupun keluarganya yang berada dalam RS tidak perlu khawatir dan takut akan tertular dengan virus tersebut. Namun diakuinya, masih banyak fasilitas yang belum dipenuhi dengan baik. Karena itu terus dilakukan pengecekan kemudian dilengkapi.

“Langkah inisiatif ini kembali kami serahkan kewenangannya kepada pemerintah untuk menetapkan. Kita juga berdoa semoga pasien ODP maupun PDP tidak bertambah. Wabah virus corona segera hilang dari daerah kita,” tandas Kurniawan. (kho)

News Feed