oleh

Maslikhin Sulap Cangkang Telur Jadi Lukisan Kaligrafi

INDRAMAYU- Seni lukis kaligrafi dari bahan kertas sudah biasa. Namun seni kaligrafi yang terbuat dari cangkang telur merupakan unik dan baru luar biasa. Adalah Maslikhin (45), warga Desa Kongsijaya, Kecamatan Widasari yang mampu memanfaatkan cangkak telur sebagai bahan utama pembuatan lukisan kaligrafinya yang bermuara pada seni egg craft.

Maslikhin menekuni kaligrafi dari cangkang telur sejak dua tahun yang lalu. Sebelumnya, ia hanya membuat kaligrafi menggunakan bahan dasar kertas dan kuas cat warna saja.

Namun, melihat banyaknya cangkak telur dari para pejual nasi goreng, penjual jamu, yang terbuang sia-sia memunculkan idenya untuk membuat cangkang telur menjadi karya seni yang indah, dengan memadukan seni kaligrafi.

“Seni kaligrafi sebenarnya sudah saya tekuni dari kecil, selama dua tahun ini saya coba kreasikan menggunakan cangkang telur, hasilnya jadi seni kaligrafi yang unik dan berbeda memiliki nilai seni sendiri,” ujarnya pada Radar Indramayu, Selasa (24/3).

Dengan memadukan seni kaligrafi dan egg craft mampu menghasilkan karya yang berbeda dari seni kaligrafi ataupun dari karya egg craft lainnya. Namun, masing-masing cangkang telur memiliki tekstur yang berbeda-beda. Ada telur jenis unggas yang mudah dipotong-potong dan yang sulit dipotong. “Intinya semua cangkang telur dapat digunakan, tapi yang paling sulit itu cangkang telur puyuh karena sangat tipis jika dipotongnya tidak teliti hasilnya kurang bagus untuk dibentuk, berbeda dengan telur unggas lainnya yang mudah dipotong dan dibentuknya,” ujarnya.

Maslikhin yang juga berprofesi sebagai pamong Desa Kongsijaya ini menjelaskan, untuk membuat satu lukisan kaligrafi dari cangkang telur membutuhkan waktu lama. Karena sebelum menggunakan cangkang telur, desain kaligrafi terlebih dulu digambar pada bahan dasar triplek. Setelah itu diberikan lem sebagai bahan perekat untuk menempelkan cangkang telur yang sudah di patah-parahkan yang disusun sesuai desain gambar kaligrafi.

“Satu kaligrafi berbahan dasar cangkang telur, paling lama 3 sampai 4 hari pembuatannya, tergantung tingkat kesulitannya dan pesanannya,” bebernya.

Terkait harga, Maslikhin mematok angka Rp 600 ribu untuk kaligrafi full cangkang telur. “Sekarang saya sedang membuat kaligrafi yang harganya lebih terjangkau, dengan ukuran yang lebih kecil,” ujarnya.

Untuk memperluas pasar, Maslikhin saat ini bergabung dengan komunitas UMKM. “Saya berharap, kesenian kaligrafi ini bisa lebih dikenal lagi,” pungkasnya. (oni)

News Feed