oleh

Miris! Aparatur Desa Apatis Cegah Covid-19, Banyak TKI Pulang Tak Dilaporkan

INDRAMAYU – Warga di Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mulai resah dengan pandemi Covid-19 yang makin merebak. Bahkan mereka mengeluhkan kinerja oknum aparatur desa, yang dinilai kurang tanggap untuk menekan persebaran Covid-19.

Salah seorang warga, Abdullah (35) menyebutkan, hingga kini belum ada aparatur desa yang memberikan sosialisasi untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19. Ia mengaku baru sebatas anggota TNI-Polri lah yang setiap hari rajin bersosialisasi, hingga ke pelosok dengan woro-woro keliling (worling) setiap hari.

“Sosialisasi aja belum pernah ada. Apa lagi penyemprotan disinfektan yang tentunya harus mengeluarka biaya yang tidak sedikit,” tuturnya kepada radarindramayu.id, Kamis (26/3).

Dirinya mengaku resah, dengan kemungkinan persebaran Covid-19 di wilayahnya. Karena tidak sedikit dari pekerja migran, baik dari luar negeri maupun dari wilayah di Indonesia yang termasuk dalam zona merah, telah kembali ke daerah asal tanpa diperiksa kondisi kesehatannya.

“Gimana mau diperiksa petugas kesehatan, wong perangkat desanya juga tidak pernah melaporkan hal itu ke pihak terkait. Ini yang menjadi kekhawatiran saya,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan Indra (35).Ia  merasa kasihan kepada tenaga medis yang merupkan garda terdepan untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19, ia sepertinya mrasa kesulitan dalam memeriksa dan memantau warga yang terindikasi Covid-19. Tenaga kesehatan bahkan mengaku sering kecolongan, dengan kepulangan para pekerja migran ke daerah asal.

Karena mereka (aparatur desa, red) memang acuh tak acuh untuk melaporkan TKI atau TKW warganya yang baru kembali ke Tanah Air,” jelasnya.

Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk memberikan intruksi tegas pada jajarannya, khususnya aparatur desa yang bersinggungan langsung dan mengetahui kondisi masyarakat di wilayahnya, dalam hal pencegahan Covid-19. Dengan sinergi lintas sektoral, upaya antisipasi persebaran Covid-19 diharapkan bisa berjalan dengan optimal.

“Butuh ketegasan dari pemangku kebijakan untuk menekan persebaran Covid-19. Dan kami ingin seluruh elemen bangsa ini memiliki kesadaran untuk bersatu dalam hal penanganan pandemi Covid-19,”tegasnya. (jml/mgg/cup)

News Feed