oleh

Hama Keong Emas Mengganas, Petani Kewalahan

INDRAMAYU – Petani di wilayah Kecamatan Patrol dan Anjatan sedang kewalahan. Menyusul mengganasnya serangan hama keong mas. Ganasnya serangan siput sawah ini membuat petani merugi. Selain harus berjuang membasmi keong, petani terpaksa harus nanjangi atau tanam benih baru.

Petani setempat, Dirta (60) mengatakan, hama keong emas menyerang tanaman padi usia muda. Sasarannya adalah dengan memakan batang padi hingga patah dan akhirnya mati.

Musim penghujan serta melubernya saluran air diduga menjadi pemicu penyebaran hama bercangkang ini. “Baru saja selesai kebanjiran, sekarang diserang hama keong mas. Kami kewalahan,” kata dia kepada Radar, Jumat (20/3).

Pasalnya, hingga saat ini belum ada obat pembasmi hama keong mas ini. Sehingga upaya pembasmian hanya bisa dilakukan secara manual yakni memungut keong mas satu persatu dari batang padi.

Hama keong itu lantas diberikan kepada peternak unggas untuk dijadikan sebagai pakan. Ia mengaku pernah dalam sehari keong yang berhasil dipungut dari sawahnya mencapai dua karung.

Sementara di sisi lain, yang menyulitkan petani, perkembangbiakan hama ini sangat cepat. Telur yang menetas bisa mencapai ribuan anakan keong. Hama ini biasa muncul ke permukaan pada pagi hari atau usai hujan. “Berkembangbiaknya sangat cepat, hari ini dibersihkan, besoknya sudah muncul ratusan anak keong,” ungkap dia.

Untuk menghindari gagal panen, petani terpaksa mengganti tanaman yang terkena keong mas dengan bibit baru. Sedangkan telur keong mas yang menempel di tegalan juga ikut dimatikan.

Petani lainnya, Mang Nur membernarkan. Sisaat memasuki musim penghujan keong mas menjadi hama yang merepotkan bagi petani. Organisme pengganggu tanaman ini muncul dalam jumlah mencapai ribuan ekor setiap hektare. Ironisnya hingga kini belum ada obat pembasmi. “Jalan satu-satunya ya dengan mengambili satu persatu,” ujar dia.

Sejatinya, untuk meminimalisir serangan hama keong, mayoritas petani sudah mencoba dengan menyemprotkan obat pembasmi hama. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Sebab selang dua hari kemudian keong datang lagi dan menyerang batang padi yang baru berumur dua hingga tiga minggu itu.

“Malah yang paling kewalahan itu petani padi organik. Kan gak boleh pakai insektisida. Jadi mereka memungut satu per satu keong dari sawah. Jika tidak rajin, maka tanaman padi pun tak luput dari serangan keong emas,” jelasnya. (kho)

News Feed