oleh

Buktikan Keluhan Masyarakat, Anggota DPRD Nyamar Pasien

-Headline, Indramayu-1.716 views

INDRAMAYU – Masyarakat Indramayu, khususnya yang ada di wilayah Indramayu barat belakangan mengeluh, dengan pelayanan rumah sakit milik Pemkab Indramayu yang ada di wilayah Patrol, yaitu RSUD MA Sentot Patrol. Pasalnya, hampir setiap hari selalu ada yang memposting terkait keluhan tersebut di media sosial. Mereka mengeluh, karena untuk berobat saja harus antre cukup lama.

“Bagaimana mau meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, ketika masyarakat yang mau berobat saja susah?” kata Ketua Komisi 2 DPRD Indramayu, Dalam SH KN, menanggapi banyaknya keluhan warga.

Untuk membuktikan kebenaran keluhan tersebut, politisi PKB ini rela datang sejak subuh ke rumah sakit. Selama tiga hari ia ikut antre bersama warga lainnya, dengan pakaian seadanya dan berbeda-beda. Pernah pakai batik, pakai koko, dan pernah juga pakai sarung ikut antre.

Dalam mengaku kaget, ketika datang dari rumah usai salat Subuh, ternyata antrean di rumah sakit sudah sangat panjang. Bahkan yang memprihatinkan, ketika antrean belum semua terlayani, ternyata pendaftaran sudah ditutup karena waktunya memang dianggap sudah tidak memungkinkan.

“Coba bayangkan, ada yang antre sudah cukup panjang di salah satu loket, baru sampai antrean nomor 10 ternyata loket sudah tutup. Apa nggak kecewa,” ungkapnya.

Dari fakta yang ditemukan di lapangan tersebut, Dalam menilai kalau sistem pendaftaran perlu ada perbaikan. Selain itu, ia juga menemukan adanya indikasi jual beli nomor antrean. “Hal-hal seperti ini mestinya tidak perlu terjadi dan harus segera dibenahi,” tegasnya, Jumat (20/3).

Sementara dari keterangan pihak rumah sakit, sistem antrean online memang sudah dinonaktifkan sejak 16 Desember 2019. Penyebabnya karena ada perbaikan sistem (update).

Terkait kondisi tersebut, Komisi 2 DPRD Indramayu telah memanggil jajaran manajeman RSUD MA Sentot Patrol guna melakukan rapat kerja. Pada kesempatan itu Komisi 2 DPRD Indramayu meminta agar RSUD MA Sentot segera memperbaiki sistem layanan pengambilan nomor antrean.

Anggota Fraksi Partai Golkar, M Alam Sukmajaya ST MSi menambahkan, pihaknya juga sudah sering memberi masukan terkait kondisi pelayanan yang dikeluhkan masyarakat. Namun sejauh ini ternyata tetap belum ada perbaikan. (oet)

News Feed