oleh

Unwir Bantah Kematian Raden Purnama Akibat Virus Corona

INDRAMAYU – Otoritas Universitas Wiralodra (Unwir) membantah kesimpangsiuran penyebab kematian Raden Purnama (48), dosen mata kuliah Teknik Komputer Fakultas Teknik. Pihak kampus menyebutkan, penyebab kematian korban akibat penyakit yang menahun.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Teknik, Mukhsin. Menurutnya, dari hasil rekam medis rumah sakit, penyebab kematian korban adalah akibat tuberkulosis (TB) yang menahun.

“Kami tegaskan bahwa kematian almarhum adalah karena sakit TB. Dan ini tidak ada hubungannya dengan Covid-19, seperti isu yang berkembang liar di luar,” ungkapnya kepada radarindramayu.id, Jumat (20/3).

Ia pun menambahkan, jenazah korban tidak dilakukan autopsi. Sebab menurutnya, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Sekali lagi ini murni karena sakit. Karena setahu saya almarhum memiliki riwayat penyakit paru-paru,” imbuhnya.

Baca juga: Dosen Unwir Ditemukan Tak Bernyawa di Mes Kampus

Hal senada diungkapkan Suripto, staf administrasi Pascasarjana Unwir. Dikatakannya, almarhum sering mengeluhkan penyakit yang telah lama dideritanya.

“Terakhir kali almarhum meminjam kendaraan untuk membeli obat pereda radang tenggorokan. Tepatnya hari Selasa atau dua hari sebelum almarhum ditemukan meninggal dunia,” tandasnya.

Untuk diketahui, Raden Purnama ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar nomor 4 lantai dasar mes kampus Unwir, Kamis (19/3). Dosen yang masih berstatus lajang ini, diketahui petugas keamanan kampus dalam posisi terlentang di atas tempat tidur.

Saat ini, jenazah korban sudah dijemput pihak keluarga, Kamis malam (19/3), untuk dikebumikan di Desa Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/3). (Jml/mgg/cup)

News Feed