oleh

Rekomendasi Cabup Ditentukan DPP

INDRAMAYU- Ketua DPC PKB Kaupaten Indramayu, Muhammad Sholihin menegaskan, bahwa rekomendasi ditentukan oleh DPP PKB. Menurutnya, DPC PKB Indramayu melalui tim penjaringan hanya diberi tugas untuk melakukan penjaringan. Selanjutnya, ucap Wakil Ketua DPRD Indramayu ini, DPP yang akan menentukan siapa cabup yang akan diusung.

“Jadi siapa yang akan mendapat rekomendasi dari DPP masih kita tunggu. Siapapun yang mendapatkan rekomendasi pasti yang terbaik dan kita harus memenangkannya,” tandas Sholihin.

Sebelumnya, pengusaha muda bidang perkapalan dan perikanan, H Suwarto sepakat untuk memenangkan calon bupati Indramayu yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hal itu diungkapkan saat H Suwarto melakukan silaturahmi dengan Ketua PC NU Kabupaten Indramayu H Juhadi Muhammad, yang merupakan salah satu bacabup Indaramayu dari PKB. Dalam pertemuan itu juga dihadiri Ketua DPC PKB Indramayu yang juga Wakil Ketua DPRD Indramayu, Muhammad Sholihin. Mereka sepakat untuk membesarkan PKB dan memenangkan calon Bupati Indramayu yang diusung PKB pada Pilkada 2020 nanti. “Kami bersatu dan telah berikrar untuk membesarkan PKB. Selain itu kami juga siap untuk bersatu guna memenangkan pilkada 2020, sehingga kader PKB bisa memimpin Indramayu untuk kemaslahatan umat dan rakyat Indramayu,” ungkap Suwarto yang kini sudah resmi menjadi anggota PKB.

Seperti diketahui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indramayu memang hanya memiliki 7 kursidi DPRD Indramayu, dan harus melakukan koalisi dengan partai lain, agar bisa mendaftarkan calon bupati dan wakil bupati Indramayu. Partai besutan Cak Imin ini juga sudah membuka pendaftaran bakal calon Bupati Indramayu. Banyak bakal calon bupati yang mendaftar. Hingga saat ini, masih ada empat bakal calon yang bertahan. Yakni Muhammad Sholihin, H Juhadi Muhammad, H Rasta Wiguna, dan H Ali Wardana. Masuknya H Suwarto menjadi kader PKB, juga menjadi tanda tanya besar. Kemudian munculnya politisi senior H Dedi Wahidi yang dikabarkan siap turun gunung, juga membuat publik menunggu kejutan yang akan dilakukan PKB. (oet)

News Feed