oleh

Pipa Pertamina di Dasar Sungai Bocor, Tim Pertamina EP Sigap Lakukan Pembersihan

INDRAMAYU-Pipa Fiberglass Reinforce Plastic (FRP) milik PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field mengalami kebocoran, Rabu (18/3). Kebocoran pipa yang berada di dasar sungai di Desa Majakerta Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu ini, diduga mencemari sungai hingga berwarna hitam pekat akibat tumpahan sisa minyak mentah.

Salah seorang warga setempat, Warjo (40), menduga kebocoran terjadi akibat pipa yang melapuk karena faktor usia. Biasanya, pipa-pipa akan diganti setelah 5 tahun pemakaian. “Mungkin karena usianya lebih dari 5 tahun dan sudah tidak layak pakai. Hingga akhirnya terjadilah kebocoran itu,” tuturnya, Kamis (19/3).

Beruntung, kebocoran langsung diketahui warga setempat dan cepat mendapat penanganan dari pihak berwenang. Tumpahan sisa mentah akhirnya bisa dilokalisasi, hingga persebarannya tidak sampai meluas dan mencemari perairan Desa Majakerta.

Ketua KUD Baita Mina Lestari Desa Majakerta, Dulman menyatakan, sejauh ini tidak ada pihak yang merasa dirugikan, karena memang kebocoran bisa segera diatasi.

“Kami hanya minta Pertamina EP untuk lebih memperhatikan kondisi pipa yang memang seharusnya sudah diganti, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Sedangkan, Tim dari PT Pertamina EP (PEP) bertindak cepat melakukan pembersihan terhadap air terproduksi yang tercecer di sungai. Adapun langkah-langkah yang dilakukan, dengan menebarkan oil boom dan oil dispersant untuk mempermudah pembersihan.

Jatibarang Field Manager lewat ast Man LR Ery Ridwan menegaskan, tim PEP akan segera melakukan perbaikan pipa dan memastikan selama itu nelayan masih bisa melaut seperti biasa.

“Untuk perbaikan kami akan membuat tanggul dan melokalisir keluaran air terproduksi, kami juga akan memprioritaskan nelayan dengan memberikan akses agar masih bisa lewat baik yang akan pergi melaut ataupun baru datan. Hal ini dilakukan agar mempermudah dalam mencari titik kebocoran,” tegas Ery.

Dikatakan, malam harinya security ataupun personel HSSE  berjaga di sekitar lokasi dengan terus melakukan pembersihan dengan oil boom dan oil dispersant. Tentunya hal ini juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah Desa Majakerta, dan bila perlu mempekerjakan pemuda setempat untuk membantu pengamanan.

Pertamina EP terus melakukan pembersihan Sungai Majakerta yang terdampak kebocoran pipa FRP sehari sebelumnya. Hingga Kamis (19/3), di tepi sungai yang berlokasi di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu tampak telah bersih kembali seperti biasanya.

Seperti yang telah disampaikan dalam siaran pers sebelumnya bahwa pipa FRP yang mengalami kerusakan ini berfungsi untuk mentransfer air terproduksi dari Pusat Pengumpul Produksi (PPP) Balongan ke Stasiun Pengumpul Utama Area B (SPU-B) di Kedungwungu.

Air terproduksi sendiri merupakan air yang dihasilkan dari pemisahan crude oil dan air yang akan dipergunakan kembali sebagai air injeksi. Adapun sebelum diinjeksikan nantinya air ini akan diolah dengan Fasilitas Water Treatment dan Fasilitas Water Injection. Setelah itu diinjeksikan kembali ke sumur-sumur minyak untuk meningkatkan produksi.  Untuk rencana perbaikan pipa, tim PEP akan membuat tanggul dan melokalisir keluaran air terproduksi.

“Saat ini kami fokus untuk mencari titik kerusakan pipa sekaligus melakukan perbaikan dengan melokalisir area, membuat tanggul dengan sand bag. Agar kebutuhan air tambak tetap normal kami juga akan pompakan air sungai ke saluran hilir agar petani tambak masih dapat beraktivitas,” jelas Ery. (oet/tim)

News Feed