oleh

Calon Anggota PPS Minim Perempuan

INDRAMAYU- Calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Pilkada Indramayu tahun 2020 masih didominasi oleh pria. Jumlah perempuan terbilang minim.

Hal itu terpantau saat hari kedua pelaksanaan tes wawancara di sejumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar) yang berlangsung, Kamis (12/3).

Di Kecamatan Bongas misalnya, dari sebanyak 46 peserta, tercatat hanya 3 perempuan. Ketiganya berasal dari Desa Bongas, Cipaat dan Kertamulya. Dari sebanyak 67 peserta, jumlah serupa juga tercatat pada pelaksanaan tes wawancara oleh PPK Kandanghaur.

Sedangkan PPK Patrol mencatat, dari sebanyak 41 peserta yang mengikuti tes wawancara, jumlah perempuan sebanyak 5 orang. “Jumlah calon anggota PPS perempuan memang minim,” ucap Ketua PPK Bongas Arief Wahyudi SPd.

Meski mendapat alokasi kuota, dia menegaskan, calon anggota PPS perempuan belum tentu mendapat prioritas. Sebab mekanisme penilaian tes wawancara telah diatur berdasarkan regulasi.

Mereka tetap harus diuji pengetahuannya tentang kepemiluan dan pemilihan, UU Nomor 10 Tahun 2016, PKPU Nomor 3 Tahun 2018, PKPU Nomor 18 Tahun 2019, PKPU Nomor 1 Tahun 2020 sampai pengetahuan kewilayahan. “Yang menetapkan peserta lolos atau tidak itu kewenangan KPU. Kami PPK hanya didelegasikan untuk melaksanakan tes wawancara,” jelasnya.

Senada disampaikan Ketua PPK Kandanghaur, HG Wisnu Kawirian SH. Pelaksanaan tes wawancara berlangsung selektif, adil dan tanpa tebang pilih kendati hampir separuh peserta merupakan wajah-wajah lama atau pernah menjadi anggota PPS. “Hampir separuhnya kita kenal, tapi mekanisme harus tetap dijalankan,” tegasnya.

Wisnu Kawirian mengungkapkan, mesti separuh peserta lainnya wajah baru, tetapi mereka sejatinya juga memiliki pengalaman dibidang penyelenggaraan kepemiluan. Sebab mayoritas mereka pernah menjadi anggota KPPS. “Kebanyakan berprofesi sebagai pendidik, pernah bertugas di TPS. Jadi sedikit banyak tahu tentang kepemiluan,” tandasnya. (kho)

News Feed