oleh

Cegah Blas, Semprot Masal Tanaman Padi

INDRAMAYU- Sebagai upaya mengendalikan penyakit blas, Kelompok Tani (KT) Sari Asih, Desa Malangsari Kecamatan Bangodua melakukan penyemprotan masal tanaman padi seluas lebih dari 10 hektare (Ha), Selasa (10/3).

Kegiatan melibatkan 24 anggota KT Sari Asih, Koordinator Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Wilayah Cirebon, Pemdes Malangsari, Pemcam Bangodua, BPP, dan Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu.

Koordinator Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Wilayah Cirebon Rifki Kadarahman SP di dampingi Koordinator BPP Bangodua Hj Tarminh SP menerangkan, penyakit blas menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai petani yang disebabkan oleh jamur pyricularia grisea. Penyakit ini, lanjut Rifki, dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan. “Pada fase vegetatif bisa menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa bercak cokelat berbentuk belah ketupat yang disebut blas daun,” bebernya. Sedangkan pada fase pertumbuhan generatif tanaman padi, lanjutnya, gejala penyakit blas berkembang pada tangkai atua leher malai disebut blas leher.

“Sangat tepat ketika sudah terditeksi adanya tumbuhan padi yang terserang blas langsung lakukan penanganan cepat agar tidak menyebar lebih luas lagi, untuk semprot masal gunakan fungisida jadi alternatif solusi atasi blas namun dengan secara terpadu jangan berlebihan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KT Sari Asih, H Carya mengatakan, gerakan semprot masal penanganan penyakit blas yang dilakukan anggotanya, merupakan upaya mengatasi permasalahan serangan hama yang dapat menyebar ke areal persawahan lebih luas.

“Kita semprot secera serentak dan bersama-sama hingga merata. Kita juga sangat berterimakasih kepada semua pihak yang ikut berperan,” katanya. (oni)

News Feed