oleh

Tokoh Inbar Tidak Dirangkul, Pilkada Terancam Sepi Pemilih

INDRAMAYU – Partispasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar) diprediksi lebih rendah dibandingkan dengan pesta demokrasi sebelumnya.

Kemungkinan itu terjadi jika sampai puncak pencoblosan pemilihan calon bupati dan wakil bupati Indramayu, tidak ada satupun tokoh dari Inbar yang tampil sebagai kandidat.

“Jika tidak ada tokoh Inbar yang maju, jelas kurang greget. Pilkada terancam sepi partisipasi pemilih,” ungkap pemerhati Pilkada asal Kecamatan Kandanghaur, Torih kepada Radar Indramayu, kemarin (28/2).

Kekhawatiran itu bukan tanpa sebab. Menurutnya, mayoritas pemilih di wilayah Inbar bersikap rasional dan cenderung tradisional. Pada penyelenggaraan Pilkada, mereka akan lebih memilih calon yang mempresentasikan kedekatan asal wilayah selain kompetensi, elektabilitas, popularitas.

Hal itupun terbukti pada saat dua kali pelaksanaan Pilkada sebelumnya ketika H Supendi maju berpasangan dengan Hj Anna Sophanah dan mendapatkan dukungan mayoritas dari masyarakat Inbar.

Sehingga, jika tokoh Inbar tidak dirangkul, kondisi ini membuat masyarakat Inbar kurang bersemangat untuk ikut mensukseskan gelaran pesta demokrasi tersebut. “Harus ada jatah untuk tokoh Inbar dirangkul sebagai calon kepala daerah. Baru Pilkada ramai,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Torih, saat ini banyak kandidat dari Inbar yang layak diusung sebagai calon kepala daerah. Sebagiannya sudah secara terbuka menyatakan kesungguhannya maju Pilkada kepada publik. (kho)

 

 

 

News Feed