oleh

Banjir Rob Terjang Eretan Wetan

INDRAMAYU-Saat banjir akibat hujan lebat di sejumlah titik di Kabupaten Indramayu mulai surut, justru Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur diterjang banjir akibat gelombang pasang laut (rob), Rabu (26/2).

Dampak dari banjir rob merendam ratusan rumah warga di tiga dusun, yakni Dusun Pulo, Kalijajar dan Prempu 1.

Pantauan di lapangan, Dusun Pulo menjadi lokasi yang terparah terkena dampak banjir. Sekitar 200 unit rumah warga di dusun tersebut terendam banjir. Ketinggian air antara 40 centimeter hingga satu meter. Walau kondisi banjir mengkhawatirkan, namun warga enggan dievakuasi dan tetap bertahan di rumahnya. Sementara di Dusun Kalijajar dan Prempu 1, rumah yang terendam banjir sekitar 200 rumah dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut.

Hamdan, warga korban banjir mengatakan, air akibat pasang laut masuk kepermukiman warga melalui Sungai Ciperawan dan Kali Jajar. Air datang pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB dan merendam rumah. “Melihat sungai meluap dan masuk rumah, saya langsung menyelamatkan barang-barang perabotan ketempat yang aman,” ujarnya.

Kuwu Eretan Wetan, H Edi Suhaedi mengatakan, banjir akibat rob kerap terjadi di desanya. Namun, pada banjir kali ini paling lama surutnya. Pemerintah desa bersama Muspika Kandanghaur langsung meninjau ke tiga titik lokasi banjir. “Biasanya kalau air rob datangnya pagi dan banjir surutnya siang harinya. Tapi banjir sekarang sampai siang ini belum surut. Mudah-mudahan menjelang sore atau sore nanti bisa surut,” kata Edi.

Lebih lanjut, Edi mengatakan, banjir dari dampak rob laut seringkali terjadi di Desa Eretan Wetan. Namun, banjir bisa ditanggulangi jika dipinggiran Sungai Ciperawan dan sungai kecil lainnya dibangun tanggul.

“Tanggul tersebut berfungsi untuk menghalau rob laut yang meluap melalui sungai. Adanya tanggul juga untuk tempat bersandar perahu perahu nelayan. Jadi sampai kapanpun, jika tidak dibangun tanggul, ketika laut sedang rob atau pasang, Eretan Wetan pasti banjir,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kandanghaur H Iim Nurohim SSos MSi mengatakan, banjir tidak hanya menerjang Desa Eretan Wetan, tapi juga hampir seluruh desa di Kandanghaur. Namun, Eretan Wetan adalah desa yang terparah terdampak banjir.

“Dari penyebabnya berbeda. Kalau Desa Eretan Wetan, banjir lebih disebabkan akibat air laut pasang atau rob. Sementara banjir di desa lain akibat curah hujan dan sungai meluap maupun saluran pembuang yang kurang berfungsi,” ujarnya

Namun, banjir di desa lain di Kecamatan Kandanghaur, lanjut Iim, telah merendam lahan pertanian dan jalan. “Sebagian besar lahan pertanian sudah ditanami padi dengan usia dua mimggu hingga satu bulan,” pungkasnya.

WARGA BERSIH-BERSIH

Banjir di Kecamatan Patrol dan Sukra Kabupaten Indramayu, sudah surut. Warga, kemarin, membersihkan rumahnya dari lumpur sisa genangan air banjir.

Pantauan Radar di Desa Bugel dan Sukahaji, air yang sehari sebelumnya merendam rumah warga tidak nampak lagi. Hanya terlihat sisa sisa banjir, seperti lumpur dan sampah. Warga juga terlihat ada yang membereskan perabotan rumahnya yang diselamatkan dan ditaruh di tempat aman saat banjir datang.

Lukman, warga korban banjir Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol mengatakan, pada musibah banjir kemarin, rumahnya terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 centimeter. Akibat banjir sejumlah perabotan rumah tangganya rusak. “Saat air datang dan masuk rumah, kita lebih memilih menyelamatkan perabotan seperti barang elektronik, yakni tivi, kulkas dan barang lainnya. Sedangkan kursi, kasur dan perabotan lainnya terendam,” tuturnya.

Sundarih, korban banjir di Blok Sukawera Desa Bugel mengatakan, banjir yang terjadi Senin (24/2) mulai surut Selasa (25/2) sore. Dampak banjir tersebut rumahnya dipenuhi lumpur dan sampah. “Karena rumah saya berada di sisi jalan, air mengalir dan masuk kerumah dengan membawa sampah. Saya dan keluarga membersihkan rumah dari semalam dan baru siang ini selesai. Capek dan lelah,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Camat Patrol Teguh Budiarso mengatakan di wilayahnya banjir menerjang tiga desa, yakni Bugel, Sukahaji dan Limpas. Banjir mengakibatkan 1.159 rumah warga di tiga desa dan bangunan sekolah serta infrastruktur jalan terendam.

“Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini, namun berdampak merendam rumah warga,” katanya.

Sementara Camat Sukra, Drs H. Achmad Mansyur MSi menjelaskan, di wilayahnya ada tiga desa yang terdampak banjir, yakni Desa Bogor, Karanglayung dan Sumuradem. Banjir yang disebabkan luapan tiga sungai itu merendam 1.500 unit rumah warga. (kom)

News Feed