oleh

Siswa SMAN 1 Anjatan Dipulangkan Lebih Cepat

BANJIR membuat aktivitas kegiatan belajar dan mengajar di sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Anjatan terganggu. Bahkan, gara-gara air sudah masuk ke dalam kelas, sejumlah sekolah terpaksa memulangkan siswa-siswinya lebih cepat dari jadwal biasanya.

Salah satunya di SMA Negeri 1 Anjatan. Ribuan pelajar disana dipulangkan lebih awal sekitar pukul 12.30 atau seusai melaksanakan Salat Duhur berjamaah.

“Kita tidak meliburkan, melainkan mempersilakan para siswa belajar di rumah masing-masing. Karena kegiatan belajar di sekolahan kondisinya tidak memungkinkan karena air sudah masuk kedalam ruangan kelas,” kata Wakasek Kesiswaan, Suharto SPd.

Sebelum masuk kelas, ungkapnya, banjir lebih dahulu merendam halaman depan sekolah. Ketinggiannya mencapai 50 centimer. Sehingga jika tidak segera dipulangkan, dikhawatirkan seluruh siswa terjebak banjir.

Kendati siswa pulang ke rumah masing-masing, para guru dan karyawan tetap bertahan di sekolah untuk menyelamatkan dokumen dan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi. “Untuk ruang kelas yang terendam banjir tetap dibiarkan sampai air surut, baru nantinya dibersihkan,” katanya.

Untuk diketahui, kampus SMAN 1 Anjatan sendiri berada di lokasi yang selama ini dikenal rawan banjir. Saluran di depan sekolah yang menyempit dan dekat dengan areal persawahan mengakibatkan air meluap hingga masuk ke dalam sekolah.

Kondisi serupa juga dialami ratusan siswa di SDN Anjatan 3 yang berada di Blok Lapangan Bola Desa Anjatan. Karena tidak kondusif untuk kegiatan belajar mengajar, mereka malah langsung dipulangkan ketika air diketahui mulai masuk ke halaman kampus. Seluruh siswa dipulangkan lebih awal untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (kho)

News Feed