oleh

Ribuan Rumah Terendam, Indramayu Dikepung Banjir

INDRAMAYU-Hujan yang mengguyur Kabupaten Indramayu seharian, Senin (24/2), membuat kawasan Indramayu dikepung banjir. Banjir tidak hanya terjadi di wilayah Indramayu kota, tetapi menerjang wilayah Indramayu bagian barat (Inbar), yakni Kecamatan Anjatan, Sukra dan Kecamatan Patrol. Di eks Kewadanan Haurgeulis itu, sedikitnya 2.000 unit rumah terendam, dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter.

Infromasi yang dihimpun Radar Indramayu, lokasi banjir terbanyak adalah di Kecamatan Anjatan yang mencapai 8 desa. Disusul Kecamatan Sukra dengan 5 desa dan Kecamatan Patrol sebanyak 3 desa.

Delapan desa di Kecamatan Anjatan yang terdampak banjir yaitu Desa Anjatan Utara, Anjatan, Kedungwungu, Bugis Tua, Salamdarma, Cilandak, Lempuyang dan Desa Kopyah. Ketinggian air bervariasi antara 20-40 centimeter.

Sedangkan di Kecamatan Sukra, banjir melanda tiga desa, yakni Bogor, Karanglayung dan Sumuradem. Sekitar 1.500 unit rumah warga terendam banjir. Banjir terparah terjadi di Desa Bogor, dengan ketinggian air sekitar 60 centimeter dan rumah terendam sekitar 1.000 unit. Sementara, di Karanglayung 300 unit rumah dan Sumuradem 200 unit rumah yang terendam dengan ketinggian air mencapai 40 centimeter. Selain rumah banjir di tiga desa tersebut juga merendam balai desa dan gedung sekolah dasar.

Di Kecamatan Patrol, banjir menerjang tiga desa, yakni Bugel, Sukahaji dan Desa Limpas. Banjir merendam sedikitnya 500 unit rumah warga. Banjir terparah, yakni Desa Bugel dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter.

data sementara untuk rumah warga yang terendam sekitar 500 unit. Sekitar 200 unit rumah di Desa Bugel, 100 unit rumah di Desa Sukahaji, dan untuk Desa Limpas sekitar 200 unit rumah yang terendam banjir.

Selain merendam ratusan rumah, banjir juga menggenangi tempat ibadah, sekolah, areal persawahan maupun jalan-jalan protokol. Termasuk, Jalan Raya Patrol-Haurgeulis yang terendam banjir antara 20-30 sentimeter.

Kondisi lebih parah terjadi di ruas jalan raya Kopyah-Lempuyang. Dimana luapan sungai dan air dari persawahan tergenang banjir yang membawa sampah sehingga mengganggu aktivitas lalu lintas kendaraan.

Seluruh kekuatan yang tergabung dalam tim Penanggulangan Bencana Alam (PBA) di tiga kecamatan itu langsung terjun untuk mengendalikan dampak banjir.

Camat Patrol Teguh Budiarso mengatakan, banjir disebabkan meluapnya Sungai Bugel dan saluran pembuangan limbah masyarakat yang tidak terbuang secara maksimal.

“Kami terus memantau kondisi banjir, apalagi hingga saat ini hujan masih turun. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir, namun ada beberapa warga yang sakit dan sudah kita bawa ke Puskesmas,” kata Teguh.

Sedangkan, Camat Sukra Drs H Achmad Mansyur MSi mengatakan, banjir di Kecamatan Sukra disebabkan selain curah hujan tinggi, juga luapan dari tiga sungai. Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir di tiga desa tersebut. Warga korban banjir juga belum ada yang dievakuasi, karena masih memilih bertahan di rumahnya masing-masing.

“Kami Forkopimcam melakukan siaga banjir. Petugas Satpol PP, Polsek Patrol dan Sub Sektor Sukra, Koramil serta perangkat desa, standby di lokasi banjir. Kami terus siaga dan memantau kondisi banjir. Jika banjir bertambah besar, kami akan melakukan evakuasi warga. Kita lebih memprioritaskan warga korban banjir. Dari BPBD Indramayu juga datang petang tadi meninjau lokasi banjir di tiga desa tersebut,” ujar Mansyur saat ditemui di lokasi banjir Desa Bogor, kemarin.

Mansyur menjelaskan, banjir yang menerjang Desa Bogor, disebabkan luapan Sungai Sewo. Sementara Sumuradem dan Karanglayung, akibat dari luapan Sungai Mansetan dan sungai kecil pembuangan Gabug. “Ketiga sungai itu meluap, karena tidak bisa lagi menampung air dari curah hujan,” ujarnya.

Bahkan, di Desa Kopyah, pamong desa setempat menebar informasi lewat pengeras suara yang ada di masjid dan musala. “Kami imbau warga untuk waspada. Karena musibah banjir ini besar sekali,” kata Kuwu Kopyah, Najat.

Kekhawatiran itu bukan tanpa sebab. Pada tahun 2014 lalu, hampir separoh wilayah di Desa Kopyah khususnya di Blok Kopyah Kulon, nyaris tenggelam akibat banjir dahsyat.

Dia mengungkapkan, bencana banjir kali ini murni akibat faktor alam. Hujan deras dengan intensitas tinggai mengguyur tanpa henti sepanjang hari Senin kemarin. “Ini puncaknya, nyaris seminggu sebelumnya hujan juga terus turun,” kata dia.

Hal itu dibenarkan Jumadi, warga setempat. Posisi Blok Kopyah Kulon yang berada dipinggir persawahan dan lebih rendah dari jalan raya membuatnya rawan banjir. Air tidak hanya datang dari atas, tapi juga luapan kali pembuang dan air persawahan. “Air datang dari sawah, masuk kepemukiman warga lalu naik keatas jalan raya. Sama persis kejadianya seperti tahun 2014 lalu, tapi sekarang rada mendingan,” ucapnya. (kom/kho)

 

 

 

 

News Feed