oleh

Outing Class Jadi Prioritas

INDRAMAYU-Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sekolah Alam Indramayu memiliki metode pembelajaran yang berbeda dengan sekolah lainnya. Salah satunya adalah program outing class yang dilaksankan setiap hari Jumat. “Outing class merupakan pembelajaran yang bertujuan memberikan keterampilan dan keahlian dasar tertentu bagi siswa. Di samping itu sebagai sarana guna menumbuhkan kreativitas siswa,” ujar Kepala MI Sekolah Alam Indramayu Siti Maryam SPdSD, melaui guru kelas Arif Rahman kepada Radar Indramayu, belum lama ini.

Outing class juga sebagai metode belajar yang menyenangkan, mengajarkan kepada siswa untuk lebih dekat dengan alam dan lingkungan sekitar. Kegiatan yang satu ini, lanjut Siti, sesuai yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai“.

Menurutnya, anjuran itu sangat jelas untuk saling memberi serta saling menyayangi. Melalui kegiatan outing class ini, sambungnya,  bisa mempererat persatuan dan rasa cinta antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru dengan guru.

Bahkan, lanjutnya, yang paling pokok dalam kegiatan tersebut, yaitu  melatih siswa untuk bersedekah, berbagi, dan menerima pemberian. Yang pasti, pihaknya ingin memberikan yang terbaik kepada siswa. “Terutama dalam pembentukan karakter yang Islami,” pungkasnya.

PELATIHAN ECOBRICK

Sebelumnya, siswa MI Sekolah Alam juga melakukan pelatihan membuat ecobrick. Hal itu dilakukan sebagai upaya menanggulangai banyaknya sampah plastik yang dapat berdampak pencemaran lingkungan, serta menanamkan rasa kepedulian siswa terhadap kondisi alam. Siswa dan siswi MI Sekolah Alam Indramayu dilatih membuat kursi dari bahan ecobrick.

Kegiatan pembuatan kursi dari bahan ecobrick MI Sekolah Alam Indramayu menggandeng Rumah Zakat, Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan. Dalam kesempatan itu para siswa siswi dan para guru mempraktikan bagaimana membuat kursi menggunakan bahan ecobrick yang merupakan botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali.  Pembuatan ecobrick ini juga sebagai langkah memacu kreativitas siswa-siswi dalam menyulap sampah plastik menjadi alat yang lebih bermanfaat. Sehingga sampah-sampah plastik tidak menumpuk dan mencemari lingkungan, namun melalui kegiatan pembuatan ecobrick dapat mengurangi sampah plastik. (dun/adv)

News Feed