oleh

Majelis Bajem GKI Eretan Bangun Infrastruktur Jalan, Pelayanan Kesehatan Gratis dan BazarBazar

Kerukunan umat beragama di Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur layak ditiru. Di tengah penduduk mayoritas umat Islam, jemaat gereja disana dapat melaksanakan peribadatan dengan tenang dan nyaman. Ditambah perhatian besar Pemerintah Desa Eretan Wetan yang turut merangkul para jemaat gereja untuk bersama-sama membangun desa.

KHOLIL IBRAHIM, Kandanghaur

SEBAGAI wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitar, Majelis Bajem GKI Eretan bersama sejumlah elemen masyarakat dan Pemerintah Desa Eretan Wetan menyelenggarakan bakti sosial (baksos).

Kegiatan diawali dengan kerja bakti pembangunan infrastruktur jalan di Blok Condong RT 01 RW 03, Rabu (19/2).

Dipimpin Kuwu Eretan Wetan, H Edi Suhedi, puluhan warga bersama pamong desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan jamaat gereja bergotong royong melakukan pengecoran jalan desa sepanjang sekitar 300 meter dan lebar 2,5 meter.

Sebelumnya, jalan yang menjadi akses masuk dan keluar ke gereja GKI Eretan dan pemukiman nelayan di pinggir Sungai Cilalanang itu mengalami kerusakan. Pemerintah Desa Eretan Wetan sendiri mendahulukan perbaikan jalan yang berada di sebelah utara.

Ketua Panitia, Dito menjelaskan, pengecoran jalan di Blok Condong merupakan salah satu rangkaian baksos yang diadakan oleh Majelis Bajem GKI Eretan bersama sejumlah elemen masyarakat dan Pemdes Eretan Wetan. “Nantinya baksos dilanjut dengan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat nelayan dan bazar baju layak pakai. Tempatnya nanti di kantor desa,” kata dia.

Sementara itu, Kuwu Eretan Wetan, H Edi Suhedi memberikan apresiasi kepada jemaat gereja GKI Eretan yang turut andil membangun desa. Diapun meyakini, baksos yang dilaksanakan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Eretan Wetan.

“Baksos ini akan semakin memperkuat kerukunan umat beragama disini. Saling menghargai dan menjaga sehingga terwujud kondusivitas desa,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kepedulian jemaat gereja ini tidak lepas dari upaya pemdes dan elemen masyarakat Eretan Wetan merangkul mereka. Bahkan, setiap perayaan Natal, tahun baru maupun acara lainnya di gereja, pihaknya selalu hadir sekaligus memberikan sambutan sebagai bentuk toleransi dan kewajibannya selaku kepala desa.

“Lewat pendekatan-pendekatan itu, mereka merasa tidak dibeda-bedakan. Dan ternyata, para jemaat ini juga memiliki banyak program kemasyarakatan. Ya sudah akhirnya kita rembug bareng, dibentuk kepanitian dan digelar baksos,” terangnya.

Kuwu Edi Suhedi menggaris bawahi manfaat lain dari pelaksanaan baksos, yakni keakraban dan kekompakan. Sehingga menjadi cermin kerukunan antar umat beragama di tengah keberagaman saat ini.

“Selain bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat, melalui baksos ini juga jadi wadah untuk memupuk rasa kebersamaan, membangun toleransi dan saling menghargai,” tandasnya. (*)

News Feed