oleh

BPP Bangodua Bentuk Petani Muda Milenial

INDRAMAYU-Untuk melakukan regenerasi petani, BPP Bangodua menggandeng SMP Islam Baitush Sholih untuk membentuk petani muda milenial (PMM) dan pelatihan anak tani remaja (Patra), Selasa (18/2).

Hadir dalam acara itu, perwakilan Dinas Pertanian Indramayu, Dinas Peternakan Indramayu, Dinas Ketahanan Pangan Indramayu, Pemcam Bangodua, Pemdes Karanggetas, para penyuluh pertanian Kecamatan Bangodua, dan civitas SMP Islam Baitush Sholih.

Koordinator BPP Bangodua, H Tarminah SP menyebutkan pembentukan petani muda milenial (PMM) merupakan hasil tindak lanjut dari program petani masuk sekolah (PMS) yang bekerjasama dengan SMP Islam Baitush Sholih, melalui pelatihan anak tani remaja (Patra) yang ke-257 di Indonesia dan pertama kali di gelar Kabupaten Indramayu di Kecamatan Bangodua.  “Terbentuknya petani muda milenial ditunjang dengan kegiatan pelatihan selama 5 hari dengan narasumer yang berkompeten di bidang pertanian dan peternakan, sehingga dapat menambah wawasan siswa terhadap bidang pertanian dan perternakan,” ujar Tarminah seusai membuka kegiatan pelatihan.

Dijelaskan Tarminah, pembentukan petani muda milenial dan pelatihan anak tani tani remaja (Patra) bertujuan sebagai wadah untuk mempersiapkan anak tani remaja yang merupakan generasi penerus dari orang tuanya sehingga mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap yang inovatif di bidang pertanian untuk menyongsong pertanian masa depan. “Selain itu untuk menumbuhkan, dan mengembangkan kelompok-kelompok usaha tani di pedesaan,” ujarnya.

Dibentukanya petani muda milenial di tingkat sekolah, lanjutnya Tarminah, sebagai sarana sosialisasi bidang pertanian dan peternakan, sehingga mampu menarik minat siswa yang merupakan generasi masa depan yang dapat melanjutkan profesi orang tuanya sebagai petani, namun petani yang maju, mandiri, dan modern.

Sementara itu, Kepala SMP Islam Baitush Sholih, Apudin mengatakan, pihaknya sangat mendukung terbentuknya petani muda milenial pada peserta didiknya. Melalui pelatihan anak petani remaja, kata Apudin, bukan hanya sebatas menambah wawasan siswa terhadap sektor pertanian dan peternakan, namun bisa memahami lebih dalam teknik bertani yang baik. Apudin berharap, kegiatan pelatihan dapat berjalan lancar dan para siswa bisa mengikuti kegiatan dengan baik. “Ini juga sebagai wujud dukungan sekolah dalam mencetak generasi muda yang gemar bertani,” katanya. (oni)

News Feed