oleh

Gandeng BUMDes, Sosialisasi ke Sekolah Hingga Samsat Weekend

Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Indramayu II Haurgeulis atau lebih dikenal dengan Samsat Haurgeulis terus melakukan inovasi berupa peningkatan pelayanan bagi wajib pajak yang membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Hal ini demi mencapai target yang naik sampai 100 persen di tahun 2020.

KHOLIL IBRAHIM, Haurgeulis

KEPALA Samsat Haurgeulis H Deni Handoyo SSos MM menyebutkan target pendapatan dari sektor PKB tahun 2020 mencapai Rp87 miliar. Mengalami kenaikan dua kali lipat dibanding tahun 2019 lalu yang dikisaran Rp40 miliaran. Demikian pula dari sektor BBNKB I dan II.

Kenaikan ini seiring tingginya jumlah potensi kendaraan di wilayah kerja Samsat Haurgeulis yang ditaksir sebanyak 166.462 unit kendaraan bermotor (KBM). Terbanyak jenis sepeda motor dengan jumlah 153.806 unit KBM.

Namun di sisi lain, jumlah potensi Kendaraan yang Tidak Melakukan Daftar Ulang atau KTMDU pada tahun 2020 juga tergolong tinggi. Yakni sebanyak 49.531 KBM atau 29,89 persen dari potensi jumlah kendaraan yang beredar di 9 kecamatan wilayah kerja P3WD. Yaitu Kecamatan Haurgeulis, Anjatan, Patrol, Sukra, Bongas, Gabuswetan, Kandanghaur, Gantar dan Kecamatan Kroya.

“Targetnya tinggi sekali. Karena itu, kita ada program-program strategis yang pertama dibiayai oleh APBD dan kedua harus menciptakan inovasi. Untuk menggali potensi yang ada dan ini besar sekali,” katanya saat kegiatan sosialisasi layanan perbankan untuk BUMDes bertempat di Kantor P3DW Indramayu II Haurgeulis, Kamis (13/2).

Kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai anggaran DPA antara lain pelaksanaan operasi terpadu bekerjasama dengan Polres Indramayu. Sosialisasi pembebasan pajak serta penelusuran KTMDU.

Sedangkan inovasi mandiri yang akan dilakukan oleh Samsat Haurgeulis yaitu melakukan kerja sama dengan BUMDes, Koperasi Nelayan maupun koperasi lainnya yang berada di 9 kecamatan. Kerja sama ini untuk pelayanan pembayaran PKB melalui aplikasi PPOB.

Selanjutnya dengan menambah jadwal layanan samsat keliling melalui program Samsat Night dan Samsat Weekend. “Penambahan layanan samsat keliling ini agar bisa menjangkau lebih dekat kepada wajib pajak. Kita ada Samsat malam yang mengambil tempat dikawasan alun-alun serta Samsat Weekend yang dilaksanakan setiap hari Minggu di pusat-pusat perbelanjaan,” terangnya.

Kemudian inovasi lainnya adalah melaksanakan sosialisasi ke SMA/SMK sederajat guna menciptakan kesadaran para pelajar, guru maupun karyawan dan ditindaklanjuti pendataan KTMDU. “Kita juga ada program kecamatan binaan. Ini sebuah inovasi yang memanfaatkan pegawai sebagai account refresentatif atau AR untuk membina wilayah kecamatan binaannya masing-masing agar tertib pajak,” jelasnya.

Deni menambahkan, dengan berbagai inovasi ini diharapkan bisa menjangkau lebih dekat kepada wajib pajak khususnya yang berada dipelosok pedesaan. Karena itu, terobosan untuk memudahkan wajib pajak menunaikan kewajiban membayar PKB terus menjadi prioritas.

Saat ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat telah meluncurkan Layanan Samsat J’bret adalah sebuah inovasi yang memudahkan warga dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan di wilayah hukum Polda Jawa Barat.

Warga bisa membayar pajak di minimarket seperti Indomart dan Alfamart serta aplikasi belanja online seperti Tokopedia dan Bukalapak. Layanan Samsat J’bret merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya Bapenda bekerja sama dengan Bank bjb untuk meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat atau wajib pajak secara cepat, tepat, dan akurat. (*)

News Feed