oleh

Elang Endy Kusuma, Bocah Tenggelam di Sungai Cimanuk Belum Ditemukan

INDRAMAYU-  Proses pencarian tubuh Elang Endy Kusuma (7) belum membuahkan hasil. Proses pencarian melibatkan Tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Indramayu, Satpolair Polres Indramayu, dan Tagana Kabupaten Indramayu. Tim ini melakukan penyisiran di Sungai Cimanuk, lokasi korban terpeleset dan tenggelam pada Selasa (4/2) pukul 12.00.

Pada hari kedua, kemarin, Tim SAR memperluas area  pencarian. Menggunakan 3 perahu karet, menyusuri Sungai Cimanuk sejak pukul 07.30 hingga 17.00 WIB, dimulai dari Sungai Cimanuk Blok Karanganyar hingga Bendungan Karet, Bangkir, Kecamatan Lohbener. Namun masih nihil. Apalagi kondisi air sungai masih berarus deras.

Anggota Tagana Kabupaten Indramayu, Kosim, mengatakan pihaknya memperluas wilayah pencarian sampai wilayah lain. “Selesai sekitar jam 5 sore ini (kemarin, red). Karena waktu sudah sore, pencarian akan kita lanjutkan besok (hari ini, red). Tetapi tim kita bagi untuk melakukan penjagaan di malam hari, di titik tenggelam, Bendungan Karet Bangkir, dan Bendungan Waled Pecuk,” ujarnya.

Sementara itu, Cime (19), kakak korban yang ikut melakukan pencarian dari hari pertama hingga hari kedua mengatakan pihak kelurga berharap tim SAR terus melakukan pencarian dan dapat menemukan tubuh korban. “Kita hanya bisa berharap dan berdoa adik saya bisa secepatnya ditemukan. Terima kasih pada semuanya yang membantu proses pencarian, semoga secepatnya adik kami ditemukan,” harapnya.

Seperti diberitakan, Elang Endy Kusuma  tenggelam di Sungai Cimanuk Blok Karangnyar, Desa/Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/2). Korban rupanya terpeleset saat memancing sekitar pukul 12.00 WIB.

Tenggelamnya Endy pertama kali diketahui Rasidi (35) warga Blok Pande, Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari. Ketika sedang memancing ikan di jembatan merah Desa Jatibarang, ia melihat dua orang anak kecil sedang memancing di pinggir sungai Cimanuk. Selang beberapa menit kemudian, Rasidi dikagetkan melihat seorang anak terpeleset jatuh ke Sungai Cimanuk yang saat itu kondisi air sedang meluap dan arus air cukup deras.

Seketika Rasidi berlari ke arah anak korban dan berteriak meminta pertolongan. “Tidak tahu terpeleset jatuhnya kenapa. Saya lihat pas jatuh ke sungai. Memang saat itu arusnya deras. Langsung saya lari teriak minta tolong. Saya teriak ada anak tenggelam, ada anak tenggalam,” kata Rasidi.

Mendengar teriakan minta tolong dari Rasidi, warga pun seketika berkumpul dan berusaha melakukan pencarian. Pada hari pertama, pencarian hingga pukul 17.30 juga tak membuahkan hasil. Hari ini akan dilanjutkan dan diharapkan dapat menemukan tubuh korban. (oni)

News Feed