oleh

Puskesmas Lohbener Tekan Penderita Hipertensi lewat Program Mari Dartinge

Setelah di tahun 2019 sukses dengan program Ngiung-ngiung Hayuk, Puskesmas Lohbener kembali meluncurkan program baru yang inovatif yakni Mari Dartinge. Bagaimana program ini bekerja? Apa target dari program baru ini?

ANANG SYAHRONI, Indramayu

LEWAT program Ngiung-Ngiung Hayuk, Puskesmas Lohbener dinobatkan sebagai puksesmas terbaik 2019 tingkat Kabupaten Indramayu. Bahkan, programnya itu seudah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Di awal tahun 2020 ini, UPTD Puskesmas Lohbener kembali bikin gebrakan melalui program Mari Darah Tinggie (Mari Dartinge). Penluncuran program inovatif itu dilakukan di Kantor Kepala Desa Pamayahan Kecamatan Lohbener, Selasa (28/1).

Launching perdana program Mari Dartinge mendapat sambutan baik bukan hanya dari pemerintah desa setempat, tetapi dari masyarakat Pamayahan yang berbondong-bondang berdatangan untuk memeriksaan kesehatannya.

Kepala UPTD Puskesmas Lohbener, Hj Uswatun Hasanah SST SKM MHKes menyebutkan, launching perdana Mari Dartinge di Desa Pamayahan, adalah langkah preventif dan promotif pihaknya untuk mencegah penyakit hipertensi (darah tinggi), serta memprosikan hidup sehat kepada masyarakat.

Dikatakan Uswatun, adanya program Mari Dartinge dilatarbelakangi adanya masyarakat yang menderita hipertensi (darah tinggi) namun tidak memeriksakan kesehatannya. Bahkan, menggap hipertensi merupakan hal biasa.

“Tidak sedikit masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lohbener terkena hipertensi. Sebab itulah kami memprogram Mari Dartinge yang pemeriksaannya dikhususkan bagi warga yang berusia 18 tahun keatas. Program ini pertama kali di-launching di Desa Pamayahan, sekaligus jadi pilot project program inovasi dari Mari Dartinge,” ucap Uswatun kepada Radar Indramayu.

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS- PK) dari pemerintah yang meliputi 12 indikator, dimana program Mari Dartinge UPTD Puskesmas Lohbener mengacu pada indikator ke 7 yakni penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur.

Untuk melayani masyarakat yang memeriksakan diri agar terlayani semua, pihaknya menyiapkan tujuh meja, yang mana masyarakat didata dan dilakukan pemeriksaan berat badan, tinggi badan, dan tensi darah Selain itu, sambungnya, Puskesmas Lohbener menyiapkan dua ruangan dengan fungsi masing-masing, yakni satu ruangan khusus untuk penanganan pengobatan bagi masyarakat yang positif menderita hipertensi, dan satu ruangan lagi bagi masyarakat yang tidak menderita hipertensi yang akan diberikan edukasi yang kaitannya dengan pencegahan hipertensi.

“Puskesmas siapkan buku panduan untuk masyarakat agar memeriksakan diri secara rutin. Dari buku itu bisa diketahui apakah pasien terkena hipertensi atau tidaknya. Semua data kita input semua, jadi acuan kami untuk tindakan medis selanjutnya,” bebernya. Menurut Uswatun, meskipun program ini merupakan inovasi program kecil, tapi bisa sangat bermanfaat bagi peningkatan kesehatan masyarakat sehingga menjadikan Indramayu sehat dan sejahtera.

Terkait program Mari Dartinge di Desa Pamayahan Kecamatan Lohbener, akan diagendakan UPTD Puskesmas Lohbener untuk memeriksa kesehatan masyarakat Pamayahan secara rutin bulanan, setiap hari Selasa pada Minggu kedua. “Silahkan masyarakat datang ke kantor kuwu setiap hari Selasa pada Minggu kedua setiap bulannya. Tenaga medis dari Puskesmas sudah siap selalu melayani kesehatan masyarakat,” kata Uswatin sambil bersyukur karena sambutan lintas sektor sangat mendukung.

Sementara itu, Kuwu Pamayahan Abdul Hakim MPdI mengatakan, pihaknya menyambut dengan tangan terbuka program inovasi-inovasi digulirkan Puskesmas Lohbener dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaiknya bagi masyarakat di Kecamatan Lohbener, terutama di Desa Pamayanan.

Kuwu berharap, program inovasi Mari Dartinge bisa memajukan bidang kesehatan di masyarakat, semakin bertambah sadarnya masyarakat akan pemeriksaan kesehatan, serta dapat menyadarkan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Program ini sangat baik karena bisa memacu kesadaran masyarakat menjaga kesehatannya sehingga angka kesehatan masyarakat di desa bisa naik,” ujarnya. (*)

News Feed