oleh

Jurnalis TVRI Tangkap Pelaku Tabrak Lari

INDRAMAYU– Rabu (22/1) dini hari, sekitar pukul 03.00, Opi Riharjo, jurnalis TVRI wilayah Kabupaten Indramayu terjaga dari tidurnya. Warga Desa Karangasem Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu ini mendengar suara gaduh dari jalan depan rumahnya.

Ia pun bergegas keluar rumah, dan melihat sebuah mobil melintas dengan suara yang tidak mengenakan. Mobil dengan plat B tersebut terlihat ringsek di bagian depan sebelah kanan. Bahkan ban depan sudah hancur dan menyisakan velg-nya. Akibat terjadi gesekan antara velg dengan aspal itulah, yang menimbulkan suara keras.

Masih dalam suasana kebingungan, tiba-tiba ada sebuah sepeda motor lewat, sambil menunjuk kearah mobil tadi. Sementara penumpangnya berteriak “Tabrak lari…habis nabrak orang,” sambil menunjuk ke arah mobil tersebut.

Mendengar teriakan warga, Opi seketika berlari mengejar mobil tersebut dengan pakaian seadanya, sambil berteriak agar mobil mau berhenti. Sekitar 200 meter dari rumah Opi, mobil akhirnya berhenti dengan sendirinya.

Meski salah satu rodanya menyisakan velg, mobil warna hitam yang dikejar Opi masih bisa melaju sekitar 200 meter. Opi sempat meneriakkan instruksi agar mobil itu berhenti.

Opi langsung meminta kedua penumpang untuk turun dari mobil, dan menanyakan tentang kejadian yang baru saja menimpa mereka. “Penumpang mobil cuma bilang kalau ada yang jatuh. Tapi saya kurang percaya dan saya tahan sementara kedua orang itu sambil menunggu bantuan warga yang lain,” tutur Opi.

Ketika warga mulai berdatangan, Opi berusaha meminta bantuan ke Polsek Terisi. Sementara kedua penumpang mobil yang diamankan ia titipkan ke warga untuk menjaganya agar tidak kabur. Opi yang bermaksud mengambil sepeda motor, tiba-tiba melihat kedua orang itu berusaha kabur. Ia langsung mengejar dan berhasil mengamankan satu orang, sedangkan satu orang lainnya berhasil lari.

Opi kemudian melaporkan peristiwa itu kepada petugas Polsek Terisi. Sementara penumpang mobil yang berhasil dia bekuk beserta mobilnya diamankan warga sekitar. “Saya waktu itu khawatir warga main hakim sendiri. Makanya saya minta warga untuk mengamankan terduga pelaku dan mobilnya,” tuturnya.

Opi pun mengupayakan penumpang mobil tak panik dengan menenangkannya. Polisi yang menerima laporan langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan membawa terduga pelaku tabrak lari ke mapolsek setempat.

Informasi yang diperoleh, penumpang mobil plat B tersebut telah menabrak seorang ibu beranak satu, Jumaenah (60), di Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Lokasi tabrak lari hingga perhentian akhirnya di Desa Karangasem sendiri diketahui berjarak sekitar 2 kilometer.

Tak hanya Jumaenah, terduga pelaku pun setelahnya sempat hampir menabrak petugas penjaga pintu perlintasan kereta api, di tengah upayanya melarikan diri. “Menurut pengakuan mereka, mereka lelah dan mengantuk setelah menempuh perjalanan jauh dari Jakarta dan harus ke Sumedang,” kata Opi.

Jumaenah sendiri, yang saat kejadian mengendarai sepeda motor, menderita patah tulang pada tangan kanannya. Sementara, tulang kaki kanannya remuk dan kini tengah menanti operasi di RSD Indramayu.

Jumaenah merupakan orang tua tunggal yang menghidupi seorang anaknya, Tarmani (33). Pasca kejadian, Opi baru mendapati korban tabrak lari merupakan orang yang dikenalnya sejak kecil. Suami Ibu Jumaenah sudah meninggal karena tertabrak kereta api. Mereka sekarang menghidupi diri dan anaknya dengan berjualan nasi untuk sarapan setiap pagi.

Saat kejadian, Jumaenah sebenarnya dalam perjalanan ke pasar untuk membeli bahan lauk jualannya. Hidup pas-pasan, menurut Opi, uang yang digunakan untuk membeli bahan makanan hari ini pun diberi oleh tetangganya. Prihatin dengan kondisi itu, Opi pun mengupayakan membantu keluarga Jumaenah hingga tuntas, mulai dari urusan di kepolisian sampai di rumah sakit. (oet)

News Feed