oleh

1500 Ha Lahan Sawah Terancam Nganggur

-Indramayu-474 views

INDRAMAYU-Belum memulai sudah merugi. Kondisi itulah yang dirasakan para petani di wilayah pesisir pantura Kecamatan Kandanghaur. Gara-garanya klasik. Tidak ada pasokan air kendati di musim penghujan ini.

Kerugian petani diderita, menyusul banyaknya lahan persemaian padi yang sudah kedaluwarsa lantaran tak segera ditanam. Imbasnya, ribuan hektare areal sawah di wilayah pantura Kecamatan Kandanghaur terancam menganggur. Tak bisa diolah pada musim tanam rendeng di awal tahun ini.

Ketua KTNA Kecamatan Kandanghaur, Waryono Batak menyebutkan, lahan sawah yang terancam menganggur seluas 1.500 hektare (ha). Tersebar di 4 desa yaitu Karangmulya, Wirakanan, Wirapanjunan dan Desa Karanganyar.

“Petani kita, baru mulai saja sudah menanggung rugi. Semai padi kedaluwarsa, sudah ketuan, tidak bisa dipakai tanam,” ucap Waryono kepada Radar Indramayu, Kamis (16/1).

Idealnya, kata Waryono, tanaman semai padi dapat ditanam pada umur 25 hari. Sementara usia rata-rata persemaian saat ini sudah lebih dari 35 hari. Karena ketuaan, semai padi yang tadinya hijau royo-royo akhirnya menguning. “Semai padi yang umurnya di atas 25 hari tidak bisa ditanam. Sudah ketuaan kalau istilah petani disini, jadi terpaksa dibiarkan mati kering sekalian,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti ini, dia pesimis petani khususnya di empat desa itu dapat melaksanakan percepatan musim tanam rendeng. Sebab di awal-awal para petani baru mulai saja, pasokan air sudah langka.

“Petani kami meminta ada jaminan pasokan air aman dan lancar. Sebenarnya itu bisa jika stakeholder yang bertanggung jawab soal distribusi air mau serius. Kalau kondisinya masih seperti sekarang ini dan kayak dulu, petani kami lebih memilih menelantarkan sawah ketimbang merugi terus,” tandasnya.

Salah seorang petani, Suta mengatakan, saat ini mayoritas petani mulai melakukan semai padi setelah melakukan olah tanah. Pada tahapan ini  tentu saja sedang banyak membutuhkan air. Sementara di sisi lain, meski sudah memasuki musim penghujan namun intensitasnya belum normal.

“Jika air tersendat kami khawatir semai gagal dan harus mengeluarkan biaya lagi. Jika benar-benar tidak ada pasokan air, kami pasti akan menunda tanam hingga satu musim ini,” katanya. (kho)

 

News Feed