oleh

Banjir Meluas hingga Empat Kecamatan, Warga Enggan Tinggal di Posko Banjir

INDRAMAYU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, mencatat ada sebanyak 941 unit rumah warga dan ratusan hektare sawah terendam akibat dampak bencana banjir Kamis (9/1) yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukra, Patrol, Anjatan dan Bongas. Data jumlah rumah terendam yang diinventarisasi oleh pemerintah desa dan kecamatan yang wilayahnya terkena banjir bersama Pusdalops BPBD.

Kepala BPBD Indramayu, Edi Kusdiana, menjelaskan, untuk warga yang terdampak banjir di empat kecamatan tersebut dilaporkan ada sebanyak 1.886 jiwa. Sementara korban jiwa nihil. “Rinciannya banjir di wilayah Kecamatan Sukra, yang terjadi di Desa Sumuradem, terdapat 315 unit rumah yang terendam dan ada sebanyak 1.260 jiwa menjadi korban banjir. Ada satu unit rumah yang ambruk. Sementara di Kecamatan Patrol, banjir terjadi di tiga desa, yakni Bugel, Sukahaji dan Desa Limpas. Di wilayah ini terdapat 620 unit rumah terendam dengan jumlah jiwa sebanyak 2.840,” jelasnya.

Rumah yang terendam banjir paling banyak di Desa Bugel. Edi mengatakan, banjir di Desa Bugel dan Sukahaji akibat sungai induk Bugel meluap. Sedangkan banjir Desa Limpas, akibat luapan Kali Panggan Welut. Ketinggan banjir 50 – 70 sentimeter.

“Kalau banjir di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, ketinggian airnya 50 hingga 90 sentimeter. Sementara di Kecamatan Anjatan, terdapat 6 unit rumah yang terendam dan 24 jiwa korban banjir. Banjir terjadi di Desa Anjatan. Sementara banjir di Kecamatan Bongas tidak ada rumah warga yang terendam. Dampak banjir hanya merendam areal persawahan,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua DPD KNPI Indramayu, mengatakan, saat banjir terjadi, BPBD Indramayu, telah mengerahkan seluruh personelnya melakukan evakuasi dan menurunkan perahu karet serta peralatan lainnya. Proses evakuasi dilakukan bersama TNI dan Polri, serta Pol PP dan pamong desa.

“Kami membuka posko banjir untuk tempat pengungsian warga, dapur umum dan pelayanan kesehatan. Namun, hanya sedikit saja warga yang mau dievakuasi untuk dibawa. Warga korban banjir kebanyakan tidak mau tinggal di posko banjir,” kata Edi.

Banjir di Kecamatan Sukra dan Patrol, Jumat (10/1) sudah surut. Hanya ada beberapa rumah saja yang masih tergenang. Pantauan koran ini di lokasi banjir, warga terlihat membersihkan rumahnya. Karena akibat banjir menyisakan lumpur dan sampah. Sementara di posko banjir di Balai Desa Sumuradem, petugas BPBD membenahi tempat pelayanan dapur umum. Dapur untuk korban banjir tersebut ditutup.

“Kita menutup layanan dapur umum, karena kondisi banjir sudah surut dan warga sudah kembali melaksanakan aktivitas. Namun, demikian, kami melihat dan memantau perkembangan kondisi cuaca. Kita juga masih menempatkan beberapa Petugas kami dan akan stand by di kantor kecamatan,” imbuhnya. (kom)

 

News Feed