oleh

Sholihin Ingin Kembangkan Potensi Lokal

INDRAMAYU-Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indramayu, Muhammad Sholihin (MS), menyatakan serius untuk maju dalam pemilihan Bupati Indramayu, 23 September 2020. Sebagai bukti keseriusannya, ia juga mengikuti penjaringan bakal calon bupati (bacabup) di PKB Indramayu.

Politisi yang meniti karir dari bawah, dari pergerakan mahasiswa sekitar tahun 1998 ini boleh dikatakan melesat dalam karirnya. Dari parlemen jalanan, dimana sering menjadi orator yang mengkritisi pemerintah daerah, saat ini ia sudah duduk di DPRD Indramayu. Bahkan menduduki posisi strategis sebagai wakil ketua DPRD Indramayu.

“Jadi kalau saat ini saya terpanggil maju sebagai calon bupati Indramayu, semata-mata ingin membangun Indramayu lebih baik, sebagai wujud cita-cita dan dan harapan reformasi,” tegasnya.

Dikatakan Sholihin, momentum pilkada atau pilbup ini adalah saat yang tepat untuk berikhtiar dan bersaing secara sehat dan konstitusional. Yaitu dengan mengedepankan visi dan gagasan yang produktif, inovatif, dan mampu melakukan terobosan-terobosan yang bisa mengangkat Indramayu demokratis, mandiri, dan sejahtera, dengan visi Menata Kota Memberdayakan Desa, Menuju Indramayu Bertasbeh (Bersih, Tuntas, dan Berkah).

“lnsya Allah kami yakin dapat dukungan seluruh masyarakat  lndramayu untuk melakukan yang terbaik dalam peralihan kepemimpinan di Kabupaten lndramayu,” ujarnya.

Sholihin mengatakan, Kabupaten Indramayu memiliki potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang berlimpah. Namun selama ini belum digarap secara maksimal. “Indramayu memilik potensi besar di bidang pertanian, perikanan dan kelautan. Tapi sampai saat ini belum ada industri yang mendukung potensi tersebut,” tuturnya.

Padahal dengan menghadirkan industri yang mendukung sektor pertanian dan perikanan, akan berdampak pada meningkatnya kesempatan kerja. Selain itu juga memiliki multiplier effect dengan tumbuhnya sector ekonomi.

Selain itu, tambahnya, potensi wisata dan budaya Indramayu yang berlimpah juga harus diangkat dan diberdayakan. Baik wisata alam pantai, wisata seni dan budaya, maupun wisata religi seperti banyaknya situs-situs maupun cagar budaya, yang belum dikelola dengan baik. (oet)

News Feed