oleh

Gapoktan Canangkan Basmi Hama Tikus

INDRAMAYU- Untuk mengantisipasi serangan hama tikus pada musim tanam rendeng, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bangodua mencanangkan gerakan basmi hama tikus, kemarin.

Rencananya, gerakan basmi hama tikus ini bakal melibatkan semua unsur kelompok tani, TNI, dan Balai Penyuluhan Pertanian.

Ketua Gapoktan Bangodua, H Nurwedi mengungkapkan serangan hama tikus menjadi perhatian tersendiri bagi Gapoktan. Pasalnya, perkembangan biakan tikus yang cepat,  diperlukan tindakan nyata setiap memasuki musim tanam. Hal itu, menurutnya, untuk mengurangi dampak serangan hama tikus terhadap tanaman padi milik petani.

“Tikus jenis hama pengerat yang bisa merusak semua tanaman padi milik petani pasca tanam, dan satu tikus bisa merusak 8 rumpun padi di satu lokasi, dalam satu malam saja,” ucap Nurwedi.

Dengan melihat potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan hama tikus dalam semalam, Nurwedi menegaskan, gerakan basmi hama tikus sangatlah diperlukan sebagai langkah menekan dan pengendalian perkembangbiakan hewan pengerat tersebut.

“Tikus betika bisa berkembang biak lebih dari 5 ekor anakan, usia beberapa minggu anaknya bisa tumbuh dan merusak tanaman padi. Dengan cara gerakan basmi hama tikus yang melibatkan semua komponen setidaknya Gapoktan bisa ikut serta menekan serangan hama tikus yang berlebih,” tukas Nurwedi.

Senada dikatakan Ketua Poktan Lohjinawi Sunarya. Menurutnya, gerakan basmi hama tikus langkah awal persiapan memulai dan memasuki masa tanam musim rendeng tahun 2019/2020. “Hewan pemangsa alami tikus semakin berkurang, maka berkembangan tikus tidak bisa dikendalikan secara alami. Untuk itu, kami bersama-sama basmi hama tikus agar perkembangannya dapat terkendali,” ujarnya. (oni)

 

News Feed