oleh

Petani Tadah Hujan Tunda Tanam

INDRAMAYU-Petani penggarap sawah tadah hujan dan irigasi semi teknis di wilayah pantura Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar) memilih menunda musim tanam karena pasokan air belum cukup.

Sedikitnya 8000 hektare sawah di wilayah Kecamatan Kandanghaur, Losarang dan sebagian Kecamatan Gabuswetan yang bergeser jadwal tanamnya karena faktor cuaca.

“Kurang lebih ada 8000 ribu hektare yang tunda tanam, tersebar di tiga kecamatan. Kandanghaur, Losarang sama sebagian Gabuswetan. Mayoritas sawah tadah hujan,” sebut Ketua KTNA Kecamatan Kandanghaur, Waryono Batak kepada Radar Indramayu, Senin (23/12).

Faktor intensitas hujan belum normal menjadi biang penyebabnya. Hujan mulai turun sejak awal November lalu, namun curahnya belum cukup untuk mengairi sawah.

Ditambah pasokan air dari Waduk Jatigede, Rentang maupun Jatiluhur juga masih belum maksimal. Saat ini, sebagian besar petani tadah hujan baru melakukan olah tanah sekaligus semai kering.

Para petanipun tak ingin berspekulasi dan memilih menunda musim tanam rendeng karena khawatir padinya kekurangan air setelah tanam.

Dia memperkirakan, musim tanam rendeng ditiga wilayah kecamatan bertetangga itu baru akan dimulai pada akhir bulan Januari tahun depan. “Mulai tanam di dasaria akhir, antara tanggal 20 sampai 30 Januari nanti,” katanya.

Selain di sawah tadah hujan, keterlambatan juga terlihat di sebagian sawah irigasi teknis. Seperti di wilayah Bongas dan sebagian Kecamatan Anjatan. Disana para petani juga baru mulai olah tanah serta penyemaian benih padi. (kho)

 

News Feed