oleh

Dinkes Siaga Sambut Nataru dan Pergantian Musim

INDRAMAYU – Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menyiagakan seluruh Puskesmas untuk melayani masyarakat mengantisipasi lonjakan pengguna lalu lintas jelang natal dan tahun baru (Nataru). Tiga pos kesehatan juga akan disiagakan di titik-titik vital yang sering dilalui oleh warga. Di musim hujan ini, warga diminta untuk waspada akan serangan berbagai penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Deden Boni Koswara mengatakan, sedikitnya ada 49 layanan puskesmas di Indramayu. Dirinya telah meminta para petugas di sana untuk siaga 24 jam menyambut kemungkinan adanya lonjakan pengguna lalu lintas. “Pos kesehatan nantinya akan ditempatkan di rest area di antaranya di Jalur Pantura,” kata Deden, Jumat (20/12).

Tak hanya jalur-jalur vital, para petugas juga diminta untuk tetap siaga di jalan-jalan pelosok. Di tengah musim hujan seperti ini, warga perlu meningkatkan kewaspadaan akan ancaman penyakit. Penyakit yang kerap muncul yaitu ISPA, diare, dan DBD. Penyakit-penyakit tersebut memang erat kaitannya akan kondisi cuaca dan lingkungan.

Untuk itu, dia pun meminta kepada warga yang hendak bepergian untuk selalu melindungi diri dari paparan lingkungan sekitar. “Salah satu yang bisa dilakukan yakni memakai jaket saat beraktivitas di luar,” ungkapnya. Dia menambahkan, penyakit tersebut harus diantisipasi oleh semua rentang usia. “Kita harus siaga dan terus jaga kesehatan masing-masing,” tutur Deden.

Selain ancaman penyakit, warga juga diminta untuk selalu waspada akan serangan ular yang tengah marak di berbagai daerah. Deden memastikan, dinas kesehatan sudah mengantisipasi hal itu dengan menyediakan serum anti bisa ular di berbagai rumah sakit. Harapannya jika ada warga yang dipatuk ular bisa segera tertangani oleh tim medis sehingga menghindari kemungkinan-kemungkinan negatif.

Persiapan penyambutan pemudik juga sudah dilakukan oleh aparat keamanan. Polres Indramayu memastikan kesiapan jelang libur natal dan tahun baru. Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Suhermanto mengatakan, sesuai instruksi dari kapolri ada sejumlah kerawanan yang jadi perhatian. Kerawanan itu di antaranya terorisme, lakalantas, bencana alam, dan tawuran. Total personel gabungan yang dilibatkan dalam pengamanan berjumlah 1.084 petugas. (oet)

News Feed