oleh

Situs Makam Tua Syekh Abdurrahman Akhirnya Diresmikan

INDRAMAYU- Makam kuno Syekh Abdurrahman akhirnya diresmikan, Senin (9/12). Penemuan makam yang awalnya menuai kontroversi tersebut kini dibenarkan oleh seorang ulama besar asal Cirebon, DR KH Sayyid Moh Abbas. Dalam prosesi peresmian itu dihadiri tokoh agama dan masyarakat. Bahkan, dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu asal FPKB, Muhammad Sholihin SSosI.

Kuwu Desa Kiajaran Wetan, Ondi Casrudi menjelaskan, penemuan makam Syekh Abdurrahman berawal ketika dirinya menjabat Pj Kuwu Desa Kiajaran Wetan pada tahun 2012. Saat itu Kang Abbas, sapaan DR KH Sayyid Moh Abbas, diundang pada suatu acara. Pada saat itu Kang Abbas berkata kepada Ondi, bahwasanya di Desa Kiajaran Wetan terdapat makam waliyullah asal Cirebon.

“Pada saat itu pula Kang Abbas meminta kepada Kuwu Kiajaran Wetan untuk dibuatkan jalan menuju makam tersebut. Selain itu juga dibuatkan mushola, dibacakan hatam Alquran satu bulan sekali dan kamar mandi/wc dan agar selalu menjaga kebersihan di area makam,” tuturnya.

Setelah sekian lama dijalani apa yang menjadi keinginan sang kiai, pada bulan Oktober 2019 Pemerintah Desa Kiajaran Wetan bersama masyarakat setempat berusaha mencari keberadaan makam tersebut. Setelah selama dua bulan pencarian, ditemukanlah makam yang ciri-cirinya disebutkan oleh sang kiai.

“Makam Syekh Abdurrahman tersebut bukan muncul dengan sendirinya. Kami pihak pemerintah desa bersama ulama, tokoh masyarakat dan pemuda berusaha mencari keberadaan makam tersebut. Jadi perlu kami garis bawahi, makam tersebut bukan muncul sendiri,” jelas Kuwu Ondi saat ditemui Radar.

Setelah sekian lama menuinggu kepastian ataupun kebenaran, situs makam penyebar Agama Islam yang berasal dari Cirebon tersebut akhirnya diresmikan, Senin (9/12).

Peresmian dihadiri muspika, ulama, tokoh masyarakat, pemuda dan warga sekitar. Bahkan, masyarakat dari luar desa dan kecamatan juga berdatangan. Peresmian makam Syekh Abdurrahman dipimpin langsung oleh DR KH Sayyid Moh Abbas dari Cirebon. Beliau adalah seorang ulama besar dan orang pertama yang menyatakan bahwa di Desa Kiajaran Wetan terdapat makam seorang ulama besar asal Cirebon yaitu Syekh Abdurrahman.

Dalam amanatnya, Kang Abbas berpesan agar selalu menjaga dan merawat makam tersebut dan jangan dijadikan tempat untuk meminta yang bertentangan denagn akidah agama. “Jaga dan rawat serta perbanyak panjatkan doa untuk beliau agar kita senantiasa mendapat karomahnya,” pinta Kang Abbas.

Kuwu Ondi menambahkan, keberadaan makam Syekh Abdurrahman sebelumnya sudah diketahui dan ditinjau oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu. Dari hasil peninjauan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut, menyebutkan bahwa makam tersebut sudah ada sejak 1500 masehi. Hal tersebut dilihat dari bentuk bata yang ada di makam tersebut. “Semoga dengan adanya penemuan makam Syekh Abdurrahman di Desa Kiajaran Wetan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” harap Ondi.

Rencananya situs makam Syekh Abdurrahman akan dibiarkan berdasarkan wujud asli makam tersebut. Hanya saja akan dibangun halaman di sekitar makam agar para peziarah merasa nyaman. (oet)

News Feed