oleh

Komitmen Wismilak Jaga Tradisi

-Headline-744 views

CIREBON – Pelaksanaan Haul Pangeran Sutajaya dan Pangeran Penganten Gebang Kabupaten Cirebon berlangsung semarak, beberapa waktu lalu. Sejumlah rangkaian kegiatan dihelat, untuk menjaga kelestarian tradisi yang telah diusulkan menjadi salah satu kegiatan dalam kalender wisata dan budaya di Kabupaten Cirebon.

Ketua Forum Komunikasi Warga Sutawijaya Gebang (FKWSG), H Tarmadi SH mengatakan, Haul Pangeran Sutajaya dan Pangeran Penganten Gebang bertujuan mengungkap kembali sejarah yang terpendam. Hal ini bisa dijadikan napak tilas dan pembelajaran, atas perjuangan para pendahulu yang menjadi pendiri dan sesepuh Gebang.

“Banyak hikmah dari kegiatan ini yang belum banyak diketahui oleh generasi penerus. Dengan melihat kembali sejarah Gebang, banyak sisi yang bisa dikembangkan dan dikenalkan sebagai bahan pembelajaran untuk masyarakat luas,” ungkapnya.

Kelestarian haul Pangeran Sutajaya dan Pangeran Penganten Gebang, lanjutnya, diharapkan bisa terus dipertahankan di masa-masa mendatang. Sehingga akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Gebang dan Kabupaten Cirebon secara keseluruhan.

“Tentunya akan banyak keberkahan bagi masyarakat yang masih mendoakan dan menghormati para leluhur. Karena banyak keuntungan yang didapat masyarakat dari kegiatan ini. Di antaranya memacu perputaran uang, barang maupun jasa,” terangnya.

Ditegaskan Tarmadi, menjaga kelestarian tradisi serta adat istiadat dan budaya bukan semata menjadi tugas dan kewajiban pemerintah. Masyarakat dan pihak swasta juga dituntut untuk turut berkontribusi mempertahankan warisan para leluhur.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa berjalan dengan sukses atas kerja sama dan dukungan dari seluruh warga Gebang, Pemerintah Kabupaten Cirebon, dan pihak swasta. Dalam hal ini adalah Wismilak yang memiliki komitmen untuk selalu menjaga tradisi serta adat istiadat dan budaya masyarakat,” pungkasnya.

Sejumlah rangkaian kegiatan dilaksanakan pada Haul Pangeran Sutajaya dan Pangeran Penganten Gebang Kabupaten Cirebon. Tradisi diawali dengan tawasul dan doa bersama di situs makam Pangeran Sutajaya, yang dilanjutkan dengan pawai puluhan kuda dengan menghadirkan kereta Paksi Naga Liman. Selain itu dipagelarkan festival burok dan seni budaya Cirebon, hingga sejumlah kegiatan sosial dan acara keagamaan berupa pengajian akbar.

Selain dipadati ribuan masyarakat yang menyaksikan Haul Pangeran Sutajaya dan Pangeran Penganten Gebang, turut hadir sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat di Kabupaten Cirebon. Di antaranya adalah Bupati Cirebon Drs Imron MAg serta Patih XII Kesultanan Kanoman, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran. (dun/adv)  

 

News Feed