oleh

Warga Waspada Bencana Musim Pancaroba

INDRAMAYU– Orang-orang di wilayah Kecamatan Kroya mulai mewaspadai potensi bencana alam akibat pergantian musim dari kemarau ke penghujan atau pancaroba.

Kewaspadaan bukan tanpa sebab. Saban tahun, terutama saat masuk musim penghujan dua wilayah itu kerap mengalami fenomena terjangan angin puting beliung.

“Angin puting beliuang ini termasuk bencana merusak dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir,” ujar Camat Kroya, Haryono SH, kepada Radar Indramayu, kemarin (29/11).

Awal tahun lalu, sebut dia, musibah angin puting beliung kembali menerjang 3 desa yakni Desa Kroya, Tanjungpura dan Sumbon. Bencana itu sudah ketiga kalinya mengantam ketiga desa tersebut.

TEBANG POHON – Warga menebangi pohon mengantisipasi bencana angin kencang saat musim penghujan.

Selain ketiga desa itu, bencana alam serupa juga kerap menghantam desa-desa lainnya seperti Sukaslamet, Temiyang, dan Sukamelang. Hanya Desa Sumberjaya yang dinilai relatif aman. “Dari 9 desa di Kecamatan Kroya hanya Sumberjaya yang aman. Lainnya hampir setiap tahun kena musibah angin puting beliung,” ungkapnya.

Karena itu, sebagai langkah antisipasi pihaknya bersama jajaran pemerintah desa mengimbau warga menebang pohon yang berdaun rindang agar tidak roboh ketika terkena angin kencang atau bencana lain yang berkaitan dengan pancaroba.

Penebangan perlu dilakukan untuk menghindari kemungkinan munculnya korban jiwa karena tertimpa pohon yang roboh akibat angin kencang atau hujan lebat.

Untuk jangka panjang, warga diimbau banyak menanam pohon sehingga dapat turut memperbaiki kondisi lingkungan yang rusak akibat penebangan pohon.

Camat Haryono juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai potensi-potensi yang dapat menimbulkan dampak negatif dari datangnya musim pancaroba ini.

Seperti datangnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Kemudian, kebakaran akibat korsleting listrik, kebocoran atap rumah, hingga datangnya penyakit DBD. (kho)

 

News Feed