oleh

Hilal Hilmawan Dorong Ponpes Lahirkan Santripreneur

ANGGOTA DPRD Provinsi Jawa Barat, Hilal Hilmawan SIP MIP mendorong Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Indramayu melahirkan wirausahawan baru yang punya daya saing.

Karena itu Hilal mendukung kegiatan Pelatihan Teknis Substansif Santripreuner di lingkungan Pesantren Kabupaten Indramayu yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat yang telah berlangsung pada tanggal 24-26 Nopember 2019 lalu.

Bertempat di kampus STIT-STKIP Al Amin Indramayu Jalan PU Pengairan Kemped, Desa Wirakanan, Kecamatan Kandanghaur, kegiatan diikuti sebanyak 50 peserta dari 50 ponpes se-Bumi Wiralodra.

Kegiatan Pelatihan Teknis Substansif Santripreuner ini merupakan bagian dari Program One Pesantren One Product (OPOP) yang diluncurkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

“Saya sangat mendukung kegiatan santripreneur ini. Ini sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dan finansial pondok pesantren, khususnya di Kabupaten Indramayu,” kata Hilal Hilmawan.

Tak hanya mendukung, anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat yang membidangi perekonomian meliputi koperasi, perdagangan dan pengusaha kecil ini berjanji akan turut memberdayakan ponpes di Kabupaten Indramayu.

“Kita akan berikan program bantuan untuk memaksimalkan potensi ekonomi Ponpes yang besar agar bisa mandiri secara ekonomi. Nah, lewat kegiatan Santripreuner ini menjadi langkah awal menumbuhkan jiwa kewirausahaan para santri sebagai cikal bakal wirausaha baru,” terang dia.

PELATIHAN: Peserta Santripreuner mengikuti praktik langsung pada kegiatan Pelatihan Teknis Substansif Santripreuner di lingkungan Pesantren Kabupaten Indramayu.

Sementara itu, ketua panitia Habiburrokhman SH MH menjelaskan, kegiatan Pelatihan Teknis Substansif Santripreuner diisi pula dengan pelatihan dan pendampingan oleh para pemateri yang berkompeten, seperti dari kalangan pengusaha, praktisi dan akademisi.

Peserta pelatihan sendiri merupakan santri yang berasal dari 50 ponpes di Kabupaten Indramayu yang diproyeksikan akan menjadi wirausaha mandiri dan dapat menjadi pionir bagi santri lainnya untuk maju dan berkembang dalam berwirausaha.

“Dengan diadakannya acara ini diharapkan kemampuan, keterampilan, kualitas produk, dan motivasi kewirausahaan bagi para santri di lingkungan pondok pesantren dapat ditingkatkan,” terangnya. (kho)

News Feed