oleh

PLTU Indramayu Gelar Simulasi Tanggap Darurat

INDRAMAYU-PT PJB UBJOM PLTU Indramayu, memberikan simulasi pelatihan tanggap darurat bagi karyawannya, Kamis (28/11), di area PLTU setempat.

Simulasi yang diberikan berupa mengantisipasi adanya ancaman atau teror bom dan huru-hara dengan melibatkan Satuan Tim Gegana Brimob Polda Jabar, Polres Indramayu, Polsek Patrol, TNI dari Koramil dan Angkatan Laut, Syah Bandar, Dinas Perhubungan, dan Security PLTU Indramayu.

Dalam simulasi tersebut memperagakan adanya aksi unjuk rasa mengatas namakan warga sekitar pembangkit yang merasa kecewa kepada manajemen PLTU Indramayu.

KOMPAK: Seluruh tim foto bersama usai kegiatan simulasi.
FOTO: KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

Perwakilan pengunjuk rasa sempat akan melakukan tindakan anarkis. Namun, berkat kesigapan tim pengamanan PLTU, aksi itu dapat dicegah.

Dalam peragaannya tim tanggap darurat dan pengamanan PLTU Indramayu, setelah menerima ancaman teror bom, langsung menghubungi Tim Gegana Polda Jabar. Tidak lama kemudian petugas penjinak bom tersebut datang dan langsung mengamankan area. Setelah ditelusuri petugas menemukan bom kardus dan langsung dijinakkan.

General Manager PT PJB UBJOM PLTU Indramayu Ubaedilah melalui Manajer Administrasi dan Keuangan, M Najib mengatakan, kegiatan simulasi menjinakkan bom (jibom) dan huru-hara tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan.

 

GM PLTU INDRAMAYU, Ubaedilah

Dikatakan Najib, simulasi digelar untuk menguji kesigapan personel internal, khususnya personel pengamanan yang terimplementasi dalam sistem pengamanan di PLTU Indramayu. Lebih lanjut, dikatakan Najib, simulasi ini berfokus pada penyelamatan pekerja dan aset PLTU Indramayu.

“Karena ini aset objek vital nasional yang harus dikelola dan diamankan. Simulasi ini bertujuan agar karyawan dan satuan pengamanan bisa lebih tangap dalam menghadapi kondisi darurat huru-hara dan ancaman teror bom,” ujarnya didampingi Supervisor Umum dan CSR PLTU Indramayu, Okky Kusuma Nugraha. (kom/adv)

News Feed