oleh

Angka Tindak Pidana Turun Drastis sampai 40 Persen

KABUPATEN Indramayu meninggalkan kesan mendalam bagi pejabat maupun prajurit yang pernah bertugas di Bumi Wiralodra. Tak terkecuali bagi diri Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki SIK, yang berpindah tugas sebagai Kapolres Cimahi.

Satu tahun dua puluh tiga hari, pria yang akrab disapa Bang Yoris ini mendarmabaktikan diri untuk memimpin Polres Indramayu. Dengan jumlah penduduk hampir 2 juta jiwa, Kabupaten Indramayu memiliki karakteristik sebagai wilayah yang religius, dengan sopan santun serta budaya dan adat istiadat yang sangat kental dalam kesehariannya. “Masyarakat Indramayu sangat baik. Orangnya sangat humble dan friendly,” ungkapnya.

INSPEKTUR UPACARA: Kapolres Indramayu
AKBP M Yoris MY Marzuki SIK saat memimpin
apel persiapan Operasi Zebra Lodaya.

Dengan jumlah penduduk yang cukup besar, Polres Indramayu di bawah kepemimpinan Bang Yoris menerapkan pendekatan khusus untuk menjaga stabilitas wilayah. Salah satunya dengan berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, dalam rangka memberikan keamanan dan rasa nyaman masyarakat.

“Polisi harus tulus melayani masyarakat 1 kali 24 jam. Kehadirannya harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.

Tak heran, selama kepemimpinan Bang Yoris, angka tindak pidana dan kejahatan yang terjadi turun drastis. Pada periode 2018, angka kejahatan di wilayah hukum Polres Indramayu tercatat sebanyak 652 kasus. Sementara hingga akhir November 2019, angka kejahatan yang dilaporkan mencapai 352 kasus.

PEDULI: Kapolres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki SIK saat membagikan bantuan
air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
AKRAB: Kapolres

“Turun 40 persen. Artinya adalah bahwa anggota yang terjun langsung di lapangan, dari pagi hingga pagi lagi itu tidak sia-sia. Semuanya juga didukung oleh tingkat kesadaran sebagian besar masyarakat di Kabupaten Indramayu yang tertib hukum,” terangnya.

Menurutnya, kasus hukum paling menonjol di Kabupaten Indramayu hanyalah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Terakhir, Polres Indramayu membongkar jaringan curanmor lintas provinsi dengan mengamankan 24 orang tersangka dan menyita 86 unit sepeda motor sebagai barang bukti hasil kejahatan.

“Bapak Kapolda sampai turun langsung dan memberikan penghargaan atas keberhasilan ini,” katanya.

Diakuinya, meski sudah tertib hukum, sebagian masyarakat masih belum memiliki kesadaran dalam hal keselamatan berlalu lintas. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat, mengakibatkan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Indramayu masih cukup tinggi.

“Upaya preventif sudah sering kami upayakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat. Dan upaya terakhir kami adalah tindakan tegas dengan melakukan tilang,” tegasnya.

Upaya menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, dirasa tidak akan berhasil tanpa melibatkan stakeholder terkait. Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Indramayu dituntut untuk memperbanyak moda transportasi umum untuk aksesibilitas masyarakat.

“Angkutan umum di Kabupaten Indramayu masih sangat kurang. Sehingga banyak anak usia sekolah yang belum memiliki SIM, sudah mengendarai sepeda motor sendiri. Tentu ini sangat membahayakan keselamatan mereka,”  tandasnya.

Pada kesempatan terakhir, ia berharap Kapolres baru pengganti dirinya akan mampu menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Indramayu. Salah satunya dengan menjaga sinergitas antar seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Indramayu. “Saya yakin Kapolres yang baru akan melanjutkan program-program yang sudah dijalankan. Bahkan akan lebih baik dari apa yang telah kami jalankan,”  pungkasnya. (adv)

News Feed