oleh

Irigasi Sempit Petani Butuh Eksavator Mini

INDRAMAYU– Mengatasi pendangkalan saluran irigasi, petani di Kecamatan Patrol membutuhkan excavator mini. Mereka beralasan, dengan adanya alat pengeruk yang biasa disebut beckhoe ini ketersendatan pasokan air bagi areal persawahan dapat teratasi.

Normalisasi dapat dilakukan kendati saluran berada diwilayah pemukiman penduduk. “Pendangkalan saluran air diwilayah kami cukup tinggi. Kalau pakai cara manual, tidak akan efektif. Jadi kami mohon bantuan pemerintah untuk pengadaan eksavator mini,” kata Ono, tokoh petani di Desa Sukahaji, kepada Radar Indramayu, kemarin (22/11).

Menurut dia, melalui pengadaan excavator mini maka petani akan lebih terbantu dalam merawat saluran air. Apalagi saat ini mayoritas saluran mengalami sedimentasi dan penyempitan. Parahnya, kondisi itu dibiarkan berlarut tanpa ada upaya normalisasi. “Sekarang saja mau musim tanam rendeng, belum ada kegiatan normalisasi,” ungkap dia.

Kuwu Desa Sukahaji, Aan Supriyanto membenarkan. Kondisi saluran irigasi di desanya membutuhkan penanganan ekstra karena kondisinya terbilang parah. Kerap dilakukan dengan cara manual yakni menggunakan tenaga manusia hasilnya kurang memuaskan.

Karena itu, pihak Pemdes Sukahaji bekerjasama dengan PJT II Seksi Patrol beberapa waktu lalu melakukan pengurasan saluran irigasi dengan menyewa excavator mini. Ternyata praktis dan efesien dari segi waktu. Hanya dalam waktu smeinggu, saluran irigasi sepanjang 1,3 kilometer berhasil dikuras.

“Alangkah lebih baiknya kalau pemerintah memberikan bantuan excavator mini. Pengelolaannya bisa oleh kelompok tani atau BUMDes, kami siap,” tegasnya. (kho)

News Feed