oleh

Bacabup Ujang Suratno, Ekonomi dan Pendidikan Jadi Prioritas

INDRAMAYU – Sejumlah program pembangunan dianggap menjadi skala prioritas untuk dilaksanakan di Kabupaten Indramayu. Program tersebut di antaranya pembangunan ekonomi dan pendidikan. Pernyataan ini disampaikan Rektor Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu yang juga ikut dalam bursa bakal calon bupati (bacabup), Dr Ujang Suratno SH MSi, saat ditemui di ruang kerja, Jumat (22/11).

Menurutnya, peningkatan pembangunan di bidang ekonomi dan pendidikan menjadi titik pangkal peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Indramayu. “Tingkat kesejahteraan masyarakat akan berbanding lurus dengan tingkat pendidikan. Semakin tinggi tingkat kesejahteraan masyarakat, maka akan semakin tinggi pula tingkat pendidikan. Begitu pun sebaliknya,” ungkapnya.

Kesejahteraan suatu masyarakat, lanjut Ujang, dapat dilihat dari tingkat pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Salah satu indikator penting adalah tingkat pendapatan rata-rata masyarakatnya.

“Harus diakui kita masih tertinggal dengan kabupaten/kota di wilayah III Cirebon. Dan ini yang menjadi PR kita bersama untuk bisa menyamai, bahkan melampaui (kabupaten/kota) yang lainnya,” imbuhnya.

Kunci pemacu pertumbuhan ekonomi menurutnya, adalah dengan menumbuhkan iklim investasi yang sehat. Sehingga persebaran pembangunan juga akan terwujud, yang akan diikuti dengan persebaran pertumbuhan ekonomi.

“Semakin banyak proyek pembangunan maka perputaran modal, barang dan jasa juga akan semakin banyak mengalir,” jelasnya.

Ujang pun menyinggung rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Segitiga Rebana. Ia berharap, pemerintah tidak melupakan Kabupaten Indramayu yang berada di wilayah Pantura Jawa Barat.

“Ini adalah hajat besar pemerintah untuk kesejahteraan rakyat. Program apapun di Jawa Barat, tanpa Indramayu adalah omong kosong,” tegasnya.

Namun, dirinya juga mewanti-wanti kepada pemerintah, agar pembangunan infrastruktur yang ada tidak mematikan perekonomian penduduk setempat. Sehinga tujuan besar pembangunan infrastruktur tidak berdampak negatif pada perekonomian masyarakat sekitar.

“Contoh nyata adalah pembangunan Tol Trans-Jawa. Pemerintah boleh saja gembar-gembor berhasil memangkas waktu tempuh lalu lintas orang, barang dan jasa. Namun di sisi lain, berapa banyak mata pencaharian warga di sepanjang Pantura Jawa yang turut terdampak,” tandasnya.

Di sisi lain, pendidikan juga menjadi faktor penting dalam upaya memperkuat tingkat perekonomian masyarakat. Pembangunan universitas negeri di Kabupaten Indramayu, diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi tidak hanya di Indramayu, namun kabupaten/kota lain di wilayah III Cirebon.

“Selain perputaran barang dan jasa, ini juga bisa memacu kreatifitas dan inovasi sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu. Sehingga akan terbangun kemandirian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (adv)

News Feed