oleh

Ratusan Petani Luruk Balai Desa Patrol

INDRAMAYU-Merasa kecewa terhadap Pemdes Patrol, ratusan petani beramai-ramai mendatangi Balai Desa Patrol, Sabtu (17/11). Masa petani tersebut datang untuk menemui Kuwu Patrol Karnali SE, sekaligus menuntut agar pemerintah desa segera melakukan normalisasi terhadap saluran irigasi pertanian yang mengalami pendangkalan. Pasalnya, akibat dari pendangkalan tersebut distribusi air ke lahan pertanian terhambat.

Awalnya, massa petani menyampaikan tuntutan di halaman balai desa. Namun, untuk menghindari adanya provokasi dari orang yang tidak bertanggung jawab, masa petani dengan difasilitasi oleh muspika disuruh masuk kedalam aula balai desa.

Namun, hanya sebagian saja dari mereka yang diperbolehkan masuk, mengingat ruangan aula tidak bisa menampung semua petani. Muspika kemudian memfasilitasi petani dengan pemdes untuk musyawarah. Kendati demikian, dalam musyawarah tersebut sempat beberapa kali memanas, lantaran tuntutan petani belum disepakati oleh pemdes.

Sukandi, perwakilan petani mengatakan, petani melakukan aksi tersebut, lantaran kecewa terhadap kuwu Patrol yang terkesan tidak peduli terhadap petani. Akumulasi kekecewaan memuncak, setelah pada musim tanam gadu kali ini petani tidak bisa tanam, akibat tidak adanya pasokan air.

“Kami petani ingin menyampaikan aspirasi untuk menanyakan ke Pak Kuwu, apakah mampu tidak menanggulangi persoalan kekeringan. Karena kami seringkali meminta kepada Pak Kuwu untuk melakukan normalisasi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, karena menghambat distribusi air,” ujar Sukandi.

Dikatakannya, akibat tidak adanya pasokan air, persawahan mengalami kekeringan, sehingga petani tidak bisa tanam. “Persoalannya sudah tiga kali musim, kami tidak tanam alias gagal tanam,” kata Sukandi kesal.

Menanggapi tuntutan petani, Kuwu Patrol, Karnali mengatakan, pihaknya memang belum bisa memenuhi permintaan petani, lantaran normalisasi terhadap saluran irigasi bukan kewenangan demerintah desa. Kendati demikian, pihaknya sudah  menyampaikan permintaan petani ke pada PJT II, melalui Seksi Pengairan Patrol.

“Jika kita lakukan dengan biaya dari anggaran pemdes, nanti disalahkan, karena itu bukan kewenangan desa, dan nanti akan menjadi persoalan hukum. Kalau dengan swadaya petani tidak masalah. Sebenarnya kami pemdes sudah berupaya maksimal dengan terus meminta kepada pihak terkait agar saluran irigasi, yakni sekunder BG 1,2,3 dan 4 (Bugel 1,2,3,4) di Desa Anjatan Utara, Desa Limpas, Desa Bugel dan Desa Patrol dinormalisasi,” ujarnya.

Sementara Camat Patrol,Teguh Budiarso SSos MSI mengatakan, normalisasi sebenarnya bisa dilakukan dari dulu. Hanya saja, alat berat (eksavator) tidak bisa masuk ke lokasi, lantaran dibantaran kali saluran sekunder banyak berdiri bangunan. “Jika dilakukan normalisasi, solusinya dilakukan secara manual,” kata Teguh.

Hal senada disampaikan Aang Khunaefi, juru pengairan wilayah Patrol. Aang, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan normalisasi terhadap saluran sekunder tersebut dengan cara manual. Normalisasi akan dilakukan Senin depan (hari ini red). “Terpaksa kita akan melakukannya (normalisasi) secara manual. Karena itu yang bisa kita lakukan, mengingat alat berat tidak bisa masuk,” ujarnya. (kom)

 

News Feed