oleh

Peminta Sumbangan Makan Jalan Raya

-Indramayu-565 views

INDRAMAYU– Pengendara keluhkan aksi peminta sumbangan  jalan di Raya Sliyeg- Kedokanbunder, pasalnya peminta sumbangan menggunakan kursi panjang menutup separuh badan jalan, yang membuat jalan menyempit hanya dapat di lalui satu kendaraan roda empat. Kemarin (1/11)

Sanadi (51) mengatakan aksi peminta sumbangan yang tergolong nekat hingga memasang bangku panjang menutup separuh jalan raya sangat meresahkan pengguna jalan. Karena, selain jalan mengalami penyempitan, hal itu juga dapat membahayakan para pengguna jalan lainnya.

Melihat posisi dan peran jalan Raya Sliyeg- Kedokanbuder marupakan akses jalan utama mayarakat menuju ke wilayah Jatibarang dan Karangampel.

“Dua lajur jalan separuh jalan ditutup semua, bahaya sekali kan dijalan umum lagi, yang sangat padat arus lalu lintas kendaraan. Seharusnya jika ingin meminta sumbangan lihat kondisi jalannya dulu,” katanya.

Menurutnya harus ada tindakan tegas dari petugas melakukan penertiban terhadap para peminta sumbangan yang terkesan asal pasang plang sumbangan di tengah jalan raya. Hanya dengan pengamanan yang asal tanpa memperdulikan nasib dan keselamatan pengguna jalan umum.

“Bayangkan saja pasang bangku panjang makan separuh jalan, bagaimana pengendara merasa nyaman yang ada bikon kagok orang. Tidak ada pengamanan,  terkesan acuh saja tidak peduli nasib pengendara,” tukasnya.

Warga lainnya, Amsor (47) mengaku resah melihat maraknya peminta sumbangan  di jalan raya Sliyeg Kedokan bunder yang memasang bangku panjang. Meskipun menurutnya sah-sah saja warga meminta sumbangan di jalan-jalan. Namun dikatakan dia harus melihat situasi dan kondisi jangam sampai mengganggu arus kendaraan, hingga memakan hak pengguna jalan.

“Jangan sampai membahayakan peminta sumbangan sendiri dan pengguna jalan. Saya lihat sangat rawan sekali untuk keduanya,” terangnya.

Amsor berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait untuk menertibkan peminta sumbangan yang dalam aktivitasnya meresahkan dan membahayakan pengguna jalan. “Agar lebih tertib lagi alangkah baiknya di tertibkan saja, daripada nanti bisa membahayakan kami semua,” tandasnya. (oni)

 

News Feed