oleh

Akamigas Balongan Helat Kuliah Umum Kebangsaan

INDRAMAYU- Sebagai wujud meningkatkan wawasan bernegara, berbangsa, dan cinta bertanah air, Akademi Minyak dan Gas (Akamigas) Balongan Indramayu menyelenggarakan kuliah umum kebangsaan.

Acara yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10), di Gedung PGRI Indramayu, itu dihadiri seluruh civitas dan mahasiswa Akamigas Balongan.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa Akamigas Balongan diberikan mata kuliah umum tentang kewarganeraan dan dasar negara Pancasila oleh narasumber dari TNI, yakni Kepala Pusat Pengkajian Strategi TNI Brigjen TNI Totok Imam S SIP SSos MTr (Han) dan tentang aturan-aturan hukum pidana kasus korupsi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Masagung.

PEMATERI: Kepala Pusat Pengkajian Strategi TNI Brigjen Totok Imam S SIP
SSos MTr (Han) memberikan materi kuliah umum kebangsaan pada mahasiswa
Akamigas Balongan.

Ketua Panitia Kuliah Umum, Wafirudin SSos menjelaskan, kuliah umum yang diikuti  mahasiswa Akamigas Balongan sebagai langkah menambah wawasan berbangsa, bernegara dan pendidikan Pancasila, penting dimiliki mahasiswa sebagai calon regenerasi dan estafet kepemimpinan masa depan bangsa yang lebih baik.

“Kami nilai menumbuhkan rasa kebangsaan pada mahasiswa, sangat penting. Narasumbernya mengambil ahli di bidangnya, dengan harapan mahasiswa kami memiliki wawasan yang luas tentang kewarganeraan dan pendidikan Pancasila,” kata Wafirudin.

Sementara itu, Direktur Akamigas Balongan Ir Hj Hanifah Handayani MT didampingi ketua Yayasan Bina Islami Drs H Nahdudin Islami MSi mengatakan, pemberian mata kuliah umum kebangsaan, pendidikan kewarganegaraan, dan Pancasila, tidak sebatas menumbuhkan semangat berbangsa. Tetapi mampu membentuk karakter mahasiswa yang bertanggung jawab, mandiri, tangguh, menghadapi tantangan hidup.

“Mahasiswa merupakan calon penerus kepemimpinan masa depan, harus memiliki wawasan yang luas. Untuk itu Akamigas Balongan berusaha agar mahasiswa tidak sebatas dibekali kemampuan di bidang materi dan praktik selama mengikuti perkulihan, tetapi dibekali wawasan tentang berbangsa dan bernegara,” terangnya.

Hanifah berharap, dengan diberikannya kuliah umum tentang pendidikan kewarganegaraan dan pancasila mampu membentuk kematangan kecerdasan emosional (emotional quetient) atau EQ. Karena, kecerdasan emosional  membawa pengaruh besar dalam kesuksesan lulusan Akamigas Balongan. “Ini terus diupayakan Akamigas Balongan membangun mahasiswa harus memiliki dua kecerdasan yakni intellegence quetient (IQ) dan emotional quetient (EQ), yang akan menentukan kesuksesannya di masa depan. Akamigas Balongan bisa terus berkontribusi dalam mencetak generasi anak bangsa yang unggul dan berkarakter,” tandas Hanifah. (oni/adv)

News Feed