oleh

Terapkan Sistem Belajar Berbasis Android, SMP Muhammadiyah Segeran Bolehkan Siswa Bawa Handphone

INDRAMAYU- Saat sekolah-sekolah lain melarang siswa membawa handphone atau smartphone android ke sekolah, hal berbeda terlihat di SMP Muhammadiyah Segeran Kecamatan Juntinyuat. Pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran berbasis android untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) dan sumber pengetahuan bagi peserta didik.

Kepala SMP Muhammadiyah Segeran, Muhammad Taufiq SAg mengungkapkan, penggunaan smartphone sebagai media belajar bagi siswa sudah setahun diterapkan sekolah, yang diaplikasikan tidak hanya saat KBM tetapi juka saat mengerjakan usian tengah semeseter.

“Saat ujian tengah semester, siswa mengerjakan soal ujian lewat smartphone, tinggal masuk ke-crome saja dan sudah terhubung pada server. Siswa tinggal mengerjakan. Ketika selesai, siswa bisa melihat hasilnya secara langsung,” ucap Taufik pada Radar Indramayu, kemarin (27/10).

Menurut Taufiq, penggunaan smartphone tidak sepenuhnya salah digunakan peserta didik di lingkungan sekolah. Bahkan, lanjutnya, kehadiran smartphone akan membawa kemajuan pada bidang pendidikan jika dikonsep dan aplikasikan dengan baik, serta pengawasan ketat dari sekolah dalam penggunaannya.

“Sekolah ada pengawasan dalam penggunaan dua minggu sekali atau sebulan sekali memeriksa konten yang diakses para siswa dan siswi. Sekolah juga sudah melengkapi fasilitas Wifi di tiap kelas,” ujarnya.

Selain dapat mengarahkan penggunaan smartphone kearah yang lebih positif, SMP Muhammadiyah Segeran pun berupaya agar penggunaan gadget bisa menjadi wahana meningkatkan wawasan peserta didik terhadap mata pelajaran.

“Saya menilai era sekarang apalagi memasuki era 4.0, perkembangan teknologi sangat cepat. Perkambangan smartphone tidak bisa dibendung lagi digunakan semua kalangan, termasuk pelajar SMP. Tetapi hal itu bisa kita arahkan ke ranah yang lebih positif, bisa di jadikan sumber pengetahuan, karena banyak sumber-sumber referensi pelajaran,” beber Taufiq.

Selain dapat memacu perkembangan wawasan peserta didik, kata Taufik, penggunaan smartphone berdampak pada nyamannya siswa saat berada di lingkungan kelas. “Dampaknya sangat positif sekali, ini yang saya rasakan sendiri. Sehingga saya menepis anggapan selama ini smartphone membawa dampak negatif bagi siswa. Jika diaplikasikan ke ranah yang positif di bidang pendidikan akan berdampak luar bisa untuk kemajuan pendidikan,” tuturnya. (oni)

 

News Feed