oleh

PPKP Belajar Pemekaran Daerah ke PPKIB

INDRAMAYU-Keberhasilan Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat (PPKIB) mengawal pemekaran hingga terwujudnya persetujuan bersama bupati dan DPRD mengenai pembentukan calon daerah persiapan Kabupaten Indramayu Barat (Inbar) mendapatkan respon positif dari daerah lain.

Salah satunya Panitia Pembentukan Kabupaten Pamanukan (PPKP). Mereka melakukan studi banding ke PPKIB untuk belajar tentang pemekaran di sekretariat Jalan Raya Temiyangsari Kecamatan Kroya.

Rombongan PPKP dipimpin H Hartono beserta sekretaris dan bendahara. Kunjungan mereka diterima Ketua PPKIB Sukamto SH, Wakil Sekretaris T Suprapto dan Bendahara H Iman Budi Santoso SSos.

“Datang ke kami untuk studi banding tahapan-tahapan pemekaran. Sama-sama belajar, kita sharing, hampir 3 jam kita diskusi,” kata Ketua PPKIB, Sukamto SH kepada Radar Indramayu, Minggu (27/10).

Pembicaraan sekitar proses PPKIB memperjuangkan pemekaran Kabupaten Indramayu hingga berhasil sampai dengan persyaratan lengkap pada tingkat Kabupaten Induk.

Dalam kesempatan itu, pihaknya memberikan saran pendapat supaya pemekaran Kabupaten Subang dapat berjalan sukses dan sesuai dengan regulasi. “Sebagaimana yang telah kami lakukan, pertama tentu melakukan komunikasi yang baik dan intens dengan pimpinan daerah, dengan dewan. Kemudian gaungkan melalui opini publik, bahwa pemekaran ini atas keinginan masyarakat Subang,” terangnya.

Tak kalah penting, Sukmato juga menyarankan agar PPKP mendahulukan kajian akademis lengkap sebagai bahan persetujuan bersama Bupati Subang dengan DPRD setempat. “Semua secara detail kita sampaikan, termasuk berkas persyaratan kita berikan dalam bentuk soft copy,” sebutnya.

Menurut Sukamto, dibanding Inbar, pemekaran Kabupaten Subang memiliki persoalan yang lebih komplek. Jumlah penduduk lebih sedikit namun wilayahnya sangat luas. “Memang kondisi dan situasinya berbeda. Tapi prinsipnya tetap sama, karena itu PPKIB siap untuk selalu berbagi tips dan pengalaman terkait pemekaran meskipun memang membutuhkan waktu yang tidak singkat,” tandas Sukamto. (kho)

News Feed