oleh

Parkir Portal SC Dihentikan Sementara

INDRAMAYU – Keberadaan parkir dengan pintu portal di area Sport Center (SC) Indramayu, yang sempat diprotes pedagang, akhirnya diputuskan untuk dihentikan sementara. Ini salah satu kesimpulan dalam rapat koordinasi antara DPRD Indramayu dengan pihak Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan, serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, serta para pedagang kawasan SC, Jumat (25/10), di ruang sidang utama DPRD Indramayu.

Ketua Komisi IV DPRD Indramayu, M Alam Sukmajaya ST MSi menjelaskan, setelah mempertimbangkan untung dan ruginya, akhirnya dari hasil rapat diperoleh sejumlah keputusan terkait keberadaan portal parkir SC yang banyak dikeluhkan.

Pertama, tarif parkir harus ditentukan flat dan bukan progresif. Artinya, untuk sepeda motor Rp2.000 dan kendaraan roda empat Rp3.000, tanpa memperhitungkan berapa lama mereka parkir.

Kemudian bagi kendaraan yang hanya ingin melintas di kawasan SC (bukan untuk parkir) maka tidak dikenakan biaya atau gratis. Sementara bagi para pedagang yang berjualan didalam SC, atau para atlet yang biasa berlatih di SC tidak dikenakan biaya parkir. Mereka nantinya akan diberikan kartu khusus dan akan dilakukan pendataan.

“Untuk sementara portal parkir dihentikan, sambil menunggu pendataan dan kartu khusus tersebut,” jelas Alam.

Sekretaris Komisi III, H Ahmad Fatoni menambahkan, keberadaan portal parkir di SC yang sempat dikeluhkan pedagang sebenarnya cukup bagus. Terutama untuk mengurangi adanya kebocoran pendapatan dari retribusi parkir. Hanya saja memang masih perlu disempurnakan, agar tidak ada yang merasa dirugikan.

“Saya kira ini cukup bagus dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Tinggal disosialisasikan kepada masyarakat, bahwa parkir di SC ini pake system flat, dan bagi kendaraan yang Cuma melintas maka tidak dikenakan parkir,” tandasnya.

Sementara Ketua DPRD Indramayu, H Syaefudin SH, berharap agar ada koordinasi di antara dinas terkait menyangkut apa yang terjadi di kawasan SC ini. Hal ini sangat penting agar pengelolaan kawasan sport center bisa dilakukan dengan baik. Karena selama ini yang terjadi, ungkapnya, telah terjadi ego sektoral dari masing-masing dinas. Yaitu Dinas Pemuda dan Olahraga yang mengurusi kawasan Sport Center, Dinas Perhubungan yang mengurusi masalah parkir, serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan yang mengurusi masalah PKL.

“Ke depan saya berharap ada koordinasi yang baik. Karena kawasan SC ini memiliki potensi besar sebagai kawasan olahraga, hingga wisata kuliner, sehingga harus dikelola dengan baik,” tandasnya. (oet)

 

News Feed